وَمَا تَنْقِمُ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءَتْنَا ۚ رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
“Engkau tidak mencela kami, kecuali karena kami beriman kepada tanda-tanda Tuhan kami ketika tanda-tanda itu datang kepada kami. Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan berserah diri.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا تَنْقِمُ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءَتْنَاwa-maa tanqimu minnaa illaa an aamannaa bi-aayaati rabbinaa lammaa jaa'atnaaengkau tidak mencela kami, kecuali karena kami beriman kepada tanda-tanda Tuhan kami ketika tanda-tanda itu datang kepada kami
- رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَrabbanaa afrigh 'alaynaa shabran wa-tawaffanaa muslimiinawahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan berserah diri
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- تَنْقِمُtanqimuengkau mencela
- مِنَّاminnaadari kami
- إِلَّاillaakecuali
- أَنْankarena
- آمَنَّاaamannaakami beriman
- بِآيَاتِbi-aayaatipada tanda-tanda
- رَبِّنَاrabbinaaTuhan kami
- لَمَّاlammaaketika
- جَاءَتْنَاjaa'atnaadatang kepada kami
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- أَفْرِغْafrighlimpahkanlah
- عَلَيْنَا'alaynaaatas kami
- صَبْرًاshabrankesabaran
- وَتَوَفَّنَاwa-tawaffanaadan wafatkanlah kami
- مُسْلِمِينَmuslimiinaorang-orang yang berserah diri
Inti bacaan
Mereka secara jujur menamai alasan sebenarnya di balik hukuman yang akan diterima, 'karena kami beriman', lalu berdoa bukan memohon dihindarkan dari konsekuensi, melainkan memohon kesabaran untuk menanggungnya. Konkretnya: menghadapi konsekuensi yang sudah pasti datang akibat memegang teguh prinsip, doa/harapan yang lebih realistis dan matang adalah memohon kekuatan untuk menanggungnya dengan baik, bukan memohon agar konsekuensinya dihapuskan, menerima biaya dari sebuah komitmen adalah bagian dari keteguhan itu sendiri.
Tafsiran
Ayat ini menutup kisah penyihir dengan pembalikan penuh: dari alat kekuasaan Firaun menjadi martir yang berdoa memohon keteguhan, bukan keselamatan fisik.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam mereka menyebut sebab dicela: karena kami beriman. Mereka menamai sendiri perkaranya. Yang dituduh berkhianat menyebut dengan tenang atas apa sebenarnya mereka dihukum.
- Allah merekam mereka meminta bukan keselamatan, melainkan limpahan kesabaran. Permintaannya disesuaikan keadaan. Yang tak bisa diubah dihadapi dengan meminta kekuatan menanggungnya.
- Permintaan terakhirnya tentang bagaimana mereka mati. Bukan tentang hidupnya. Yang dipentingkan pada saat itu bukan lamanya, melainkan dalam keadaan apa ia berakhir.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'muslim'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'. || akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.