قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا ۖ إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
Musa berkata kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi milik Allah, Dia mewariskannya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya; dan kesudahan adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُواqaala muusaa li-qawmihi sta'iinuu bi-llaahi wa-shbiruuMusa berkata kepada kaumnya, mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah
- إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِinna l-ardha li-llaahi yuuritsuhaa man yasyaa'u min 'ibaadihisesungguhnya bumi milik Allah, Dia mewariskannya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya
- وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَwa-l-'aaqibatu li-l-muttaqiinadan kesudahan adalah bagi orang-orang yang bertakwa
Terjemahan per kata (16 kata)
- قَالَqaalaberkata
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- لِقَوْمِهِli-qawmihikepada kaumnya
- اسْتَعِينُواsta'iinuumohonlah pertolongan kalian
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- وَاصْبِرُواwa-shbiruudan bersabarlah kalian
- إِنَّinnasesungguhnya
- الْأَرْضَl-ardhabumi
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- يُورِثُهَاyuuritsuhaamewariskannya
- مَنْmanorang yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- مِنْmindari
- عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
- وَالْعَاقِبَةُwa-l-'aaqibatudan kesudahan
- لِلْمُتَّقِينَli-l-muttaqiinabagi orang-orang yang bertakwa
Inti bacaan
Menghadapi ancaman genosida yang nyata, respons kepemimpinan Musa bukan panik atau balas dendam prematur, melainkan mengarahkan pada 'mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa'. Konkretnya: dalam menghadapi ancaman kolektif yang menakutkan, kepemimpinan yang baik mengarahkan energi kelompok pada ketenangan, kesabaran, dan orientasi jangka panjang, bukan reaksi panik atau agresi balasan yang tergesa-gesa, kualitas respons kepemimpinan saat krisis menentukan arah kolektif yang jauh lebih besar dampaknya daripada krisis itu sendiri.
Tafsiran
Musa menjawab kebijakan represif Firaun bukan dengan perlawanan fisik, melainkan dengan penyerahan penuh kepada Allah: kesabaran sebagai strategi iman menghadapi kekuasaan yang tampak tak tertandingi.
Renungan dan Hikmah
- Menghadapi ancaman pembunuhan, yang diperintahkan Musa dua: memohon pertolongan kepada Allah, dan bersabar. Bukan melawan, bukan pula melarikan diri. Dua perbuatan yang seluruhnya bisa dikerjakan orang yang tidak punya kekuatan apa pun.
- Alasan yang ia berikan bahwa bumi milik Allah, diwariskan kepada siapa yang Dia kehendaki. Yang sedang menguasai tidak disebut sebagai pemilik. Perbedaan antara memegang dan memiliki jarang terasa penting sampai yang memegang berubah.
- Yang dijanjikan bukan kemenangan besok, melainkan kesudahan bagi orang yang bertakwa. Yang disebut ujungnya. Menyebut ujung kepada orang yang sedang di tengah kesulitan bukan penghiburan kosong; itu satu-satunya keterangan yang membuat menunggu jadi masuk akal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, q-w-m, '-w-n, a-l-h, s-b-r, a-r-d, w-r-ts, sh-y-a, '-b-d, '-q-b, w-q-y): ista'iinuu diterjemahkan 'mohonlah pertolongan' (akar '-w-n); isbiruu diterjemahkan 'bersabarlah' (akar s-b-r); yuurithu diterjemahkan 'mewariskan' (akar w-r-ts); al-'aaqibah diterjemahkan 'kesudahan' (akar '-q-b). gloss '(ini)' dibuang.