قَالُوا أُوذِينَا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۚ قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ
Mereka berkata, “Kami disakiti sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang kepada kami.” Ia berkata, “Semoga Tuhan kalian membinasakan musuh kalian dan menjadikan kalian pengganti di bumi, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالُوا أُوذِينَا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْ بَعْدِ مَا جِئْتَنَاqaaluu uudziinaa min qabli an ta'tiyanaa wa-min ba'di maa ji'tanaamereka berkata, kami disakiti sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang kepada kami
- قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَqaala 'asaa rabbukum an yuhlika 'aduwwakum wa-yastakhlifakum fi l-ardhi fa-yanzhura kayfa ta'maluunaia berkata, semoga Tuhan kalian membinasakan musuh kalian dan menjadikan kalian pengganti di bumi, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat
Terjemahan per kata (22 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- أُوذِينَاuudziinaakami disakiti
- مِنْmindari
- قَبْلِqablisebelum
- أَنْanbahwa
- تَأْتِيَنَاta'tiyanaadatang kepada kami
- وَمِنْwa-mindan dari
- بَعْدِba'disesudah
- مَاmaaapa yang
- جِئْتَنَاji'tanaaengkau datang kepada kami
- قَالَqaalaberkata
- عَسَىٰ'asaaboleh jadi
- رَبُّكُمْrabbukumTuhan kalian
- أَنْanbahwa
- يُهْلِكَyuhlikamembinasakan
- عَدُوَّكُمْ'aduwwakummusuh kalian
- وَيَسْتَخْلِفَكُمْwa-yastakhlifakumdan Dia menjadikan kalian penerus
- فِيfidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- فَيَنْظُرَfa-yanzhuramaka ia melihat
- كَيْفَkayfabagaimana
- تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
Inti bacaan
Keluhan jujur umat, 'kami disakiti sebelum engkau datang dan setelah engkau datang', tidak diabaikan Musa, tapi direspons dengan reorientasi ke harapan jangka panjang, sekaligus peringatan tersembunyi: keberhasilan nanti pun akan diuji ('Dia melihat bagaimana kalian berbuat'). Konkretnya: pemimpin yang baik tidak mengabaikan keluhan bahwa keadaan belum membaik meski sudah ada usaha, tapi juga jujur bahwa mencapai posisi lebih baik bukan akhir perjuangan, melainkan awal ujian baru (bagaimana berperilaku setelah diberi kekuasaan/kelegaan) yang sama pentingnya.
Tafsiran
Keluhan kaum Musa (penderitaan berlanjut meski rasul sudah datang) dijawab dengan harapan bersyarat, bukan jaminan: ujian tetap berlanjut sebagai bagian dari proses.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam keluhan mereka: disakiti sebelum dan sesudah engkau datang. Perubahan yang diharapkan tak terasa. Kedatangan pertolongan sering tidak langsung mengubah keadaan sehari-hari.
- Musa menjawab dengan semoga Tuhan kalian membinasakan musuh kalian. Bukan dengan janji. Yang ditawarkan bukan kepastian jadwal, melainkan arah yang dituju.
- Allah menutup jawabannya dengan: lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Sesudah dijanjikan menjadi pengganti. Kelepasan dari penindasan disebut sebagai awal ujian, bukan akhir cerita.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-dz-y, q-b-l, a-t-y, b-'-d, j-y-a, '-s-y, r-b-b, h-l-k, '-d-w, kh-l-f, a-r-d, n-zh-r, k-y-f, '-m-l): uudhiinaa diterjemahkan 'kami disakiti' (akar '-dz-y); yuhlika diterjemahkan 'membinasakan' (akar h-l-k); yastakhlifa diterjemahkan 'menjadikan pengganti' (akar kh-l-f). gloss '(oleh Fir'aun)/(kaum Musa)/(Musa)' dibuang.