فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ

Maka Kami kirimkan kepada mereka banjir besar, belalang, kutu, katak, dan darah sebagai tanda-tanda yang jelas dan terperinci. Akan tetapi, mereka tetap menyombongkan diri, dan mereka adalah kaum yang berdosa.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَfa-arsalnaa 'alayhimu th-thuufaana wa-l-jaraada wa-l-qummala wa-dh-dhafaadi'a wa-d-dama aayaatin mufashshalaatin fa-stakbaruu wa-kaanuu qawman mujrimiinamaka Kami kirimkan kepada mereka banjir besar, belalang, kutu, katak, dan darah sebagai tanda-tanda yang jelas dan terperinci, akan tetapi mereka tetap menyombongkan diri, dan mereka adalah kaum yang berdosa

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. فَأَرْسَلْنَاfa-arsalnaamaka Kami mengirimkan
  2. عَلَيْهِمُ'alayhimuatas mereka
  3. الطُّوفَانَth-thuufaanatopan
  4. وَالْجَرَادَwa-l-jaraadadan belalang
  5. وَالْقُمَّلَwa-l-qummaladan kutu
  6. وَالضَّفَادِعَwa-dh-dhafaadi'adan katak
  7. وَالدَّمَwa-d-damadan darah
  8. آيَاتٍaayaatintanda-tanda
  9. مُفَصَّلَاتٍmufashshalaatinyang terperinci
  10. فَاسْتَكْبَرُواfa-stakbaruumaka mereka menyombongkan diri
  11. وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
  12. قَوْمًاqawmankaum
  13. مُجْرِمِينَmujrimiinapara pendosa

Inti bacaan

Rentetan tanda yang beragam dan spesifik (banjir, belalang, kutu, katak, darah) secara eksplisit disebut 'terperinci', variasi dan kejelasan ini menghapus alasan 'ambigu/kebetulan' sebagai pembenaran menolak, namun kesombongan tetap bertahan. Konkretnya: menyediakan bukti yang beragam dan detail (bukan hanya satu contoh tunggal yang bisa dianggap kebetulan) adalah strategi persuasi yang lebih kuat, tapi perlu disadari bahwa bahkan bukti paling lengkap sekalipun tidak menjamin perubahan pikiran jika penolakannya berakar pada kesombongan, bukan kekurangan informasi.

Tafsiran

Lima tanda berturut-turut (banjir, belalang, kutu, katak, darah: sungai/air minum berubah menjadi darah menurut tafsir tradisional) tetap tak mampu meruntuhkan kesombongan Firaun dan kaumnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut lima tanda berturut-turut: banjir, belalang, kutu, katak, darah. Bukan sekali lalu berhenti. Yang dikirim berulang dengan bentuk berbeda-beda menutup alasan bahwa salah satunya bisa dibaca sebagai kebetulan.
  • Tanda-tanda itu Allah sebut jelas dan terperinci. Kata itu bagian dari ayatnya. Sesuatu yang datang terperinci tidak menyisakan ruang untuk ditafsirkan sebagai kesialan biasa.
  • Sesudah lima tanda itu, yang direkam bukan penolakan berargumen melainkan kesombongan. Bukti bertambah, sikapnya tetap. Yang menahan seseorang menerima memang bukan selalu kurangnya bukti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.