وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ
Dan Kami wariskan kepada kaum yang selama ini tertindas belahan timur bumi dan belahan baratnya yang telah Kami berkahi. Dan sempurnalah kalimat Tuhanmu yang terbaik atas Bani Israil karena kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang selalu dibuat Firaun dan kaumnya, serta apa yang mereka bangun.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَاwa-awratsnaa l-qawma lladziina kaanuu yustad'afuuna mashaariqa l-ardi wa-maghaaribahaa llatii baaraknaa fiihaadan Kami wariskan kepada kaum yang selama ini tertindas belahan timur bumi dan belahan baratnya yang telah Kami berkahi
- وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُواwa-tammat kalimatu rabbika l-husnaa alaa banii israa'iila bimaa sabaruudan sempurnalah kalimat Tuhanmu yang terbaik atas Bani Israil karena kesabaran mereka
- وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَwa-dammarnaa maa kaana yasna'u fir'awnu wa-qawmuhu wa-maa kaanuu ya'rishuunadan Kami hancurkan apa yang selalu dibuat Firaun dan kaumnya, serta apa yang mereka bangun
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar w-r-ts, q-w-m, k-w-n, d-'-f, sh-r-q, a-r-d, gh-r-b, b-r-k, t-m-m, k-l-m, r-b-b, h-s-n, b-n-y, s-b-r, d-m-r, s-n-', '-r-sh): kalimatu rabbika l-husnaa diterjemahkan 'kalimat Tuhanmu yang terbaik' (akar k-l-m KLM); yustad'afuun diterjemahkan 'tertindas' (akar d-'-f); baaraknaa diterjemahkan 'memberkahi' (akar b-r-k); dammarnaa diterjemahkan 'menghancurkan' (akar d-m-r); ya'rishuun diterjemahkan 'membangun/menyusun' (akar '-r-sh). gloss '(Dengan demikian,)/(sebagai janji)' dibuang.
Aplikasi
Pewarisan wilayah luas bagi kaum yang dulu tertindas dikaitkan secara eksplisit 'karena kesabaran mereka (sabr)', ketekunan bertahan dalam penindasan dihubungkan langsung dengan hasil akhir yang mereka warisi. Konkretnya: ketekunan bertahan dan tetap berpegang pada prinsip selama masa-masa sulit sering menjadi fondasi bagi pemulihan atau pencapaian besar di kemudian hari, hubungan sebab-akibat antara kesabaran dan hasil jangka panjang ini bukan sekadar penghiburan retoris, melainkan pola yang secara eksplisit ditegaskan berulang di sini.