وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْا عَلَىٰ قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَىٰ أَصْنَامٍ لَهُمْ ۚ قَالُوا يَا مُوسَى اجْعَلْ لَنَا إِلَٰهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

Dan Kami seberangkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka mendatangi suatu kaum yang tekun menyembah berhala-berhala mereka. Mereka berkata, “Wahai Musa, buatlah untuk kami suatu tuhan sebagaimana mereka memiliki tuhan-tuhan.” Ia berkata, “Sesungguhnya kalian kaum yang jahil.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْا عَلَىٰ قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَىٰ أَصْنَامٍ لَهُمْwa-jaawaznaa bi-banii israa'iila l-bahra fa-ataw 'alaa qawmin ya'kufuuna 'alaa ashnaamin lahumdan Kami seberangkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka mendatangi suatu kaum yang tekun menyembah berhala-berhala mereka
  2. قَالُوا يَا مُوسَى اجْعَلْ لَنَا إِلَٰهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌqaaluu yaa muusaa j'al lanaa ilaahan ka-maa lahum aalihatunmereka berkata, wahai Musa, buatlah untuk kami suatu tuhan sebagaimana mereka memiliki tuhan-tuhan
  3. قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَqaala innakum qawmun tajhaluunaia berkata, sesungguhnya kalian kaum yang jahil

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. وَجَاوَزْنَاwa-jaawaznaadan Kami menyeberangkan
  2. بِبَنِيbi-baniidengan Bani
  3. إِسْرَائِيلَisraa'iilaIsrail
  4. الْبَحْرَl-bahralaut
  5. فَأَتَوْاfa-atawmaka mereka datang
  6. عَلَىٰ'alaaatas
  7. قَوْمٍqawminkaum
  8. يَعْكُفُونَya'kufuunamereka tekun menyembah
  9. عَلَىٰ'alaaatas
  10. أَصْنَامٍashnaaminberhala
  11. لَهُمْlahumbagi mereka
  12. قَالُواqaaluumereka berkata
  13. يَاyaawahai
  14. مُوسَىmuusaaMusa
  15. اجْعَلْj'aljadikanlah
  16. لَنَاlanaabagi kami
  17. إِلَٰهًاilaahantuhan
  18. كَمَاka-maasebagaimana
  19. لَهُمْlahumbagi mereka
  20. آلِهَةٌaalihatuntuhan-tuhan
  21. قَالَqaalaberkata
  22. إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
  23. قَوْمٌqawmunkaum
  24. تَجْهَلُونَtajhaluunakalian tidak mengetahui

Inti bacaan

Ironi tajam: segera setelah pembebasan dramatis (menyeberangi laut), umat yang sama justru meminta Musa membuatkan berhala 'sebagaimana mereka (kaum lain) memiliki tuhan-tuhan', dorongan lama muncul kembali secepat kilat meski baru saja menyaksikan bukti paling kuat tentang keesaan Tuhan. Konkretnya: menyaksikan bukti/mukjizat besar tidak otomatis mengubah kecenderungan hati yang mendasar, keyakinan sejati butuh dibangun dan dijaga secara sadar dan berkelanjutan, bukan diasumsikan otomatis kokoh hanya karena pernah menyaksikan peristiwa luar biasa.

Penjelasan pilihan kata

'(menyembah)'→terintegrasi tanpa kurung sbg terjemahan inti ya'kufuuna alaa ('tekun/berdevosi pada', objeknya berhala shg makna menyembah inheren pd verba+objek, bukan tambahan terpisah). 'bodoh'→'jahil' (tajhaluuna verba akar jhl, tindakan bukan sifat statis; 'jahil' lbh presisi drpd 'bodoh'). Membuka kutip Musa, berlanjut ke 7:139 (penjelasan lanjutan kenapa mereka jahil).

Tafsiran

Permintaan Bani Israil segera setelah diselamatkan menunjukkan iman yang belum matang: mereka menginginkan objek sembahan konkret meski baru saja menyaksikan mukjizat tauhid yang luar biasa.

Renungan dan Hikmah

  • Permintaannya berbunyi 'sebagaimana mereka memiliki tuhan-tuhan'. Alasannya bukan keyakinan, melainkan perbandingan. Yang mendorong bukan pencarian tentang Allah, melainkan pemandangan tentang tetangga, dan dorongan itu tidak pernah benar-benar membicarakan yang diminta.
  • Permintaan itu datang tepat sesudah mereka diseberangkan Allah melintasi laut. Laut itu masih di belakang punggung mereka. Bukti sebesar apa pun ternyata punya masa berlaku yang pendek di dalam ingatan, dan yang menentukan bukan besarnya bukti melainkan apa yang dikerjakan sesudahnya.
  • Musa menyebut mereka kaum yang jahil dengan bentuk kata kerja, bukan sebagai sifat yang melekat. Yang dituduhkan perbuatan, bukan tabiat. Perbedaannya menentukan apa yang mungkin sesudahnya: tabiat tak bisa diubah dengan ditegur, sedangkan perbuatan bisa dihentikan hari itu juga.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-w-z, b-n-y, b-h-r, a-t-y, q-w-m, '-k-f, s-n-m, q-w-l, j-'-l, a-l-h, j-h-l): jaawaznaa diterjemahkan 'menyeberangkan' (akar j-w-z); ya'kufuun diterjemahkan 'tekun/beriktikaf pada' (akar '-k-f); ilaahan/aalihah diterjemahkan 'tuhan/tuhan-tuhan' (dijaga harfiah; terjemahan lain menambah '(berupa berhala)'); tajhaluun diterjemahkan 'bodoh' (akar j-h-l). gloss '(dengan selamat)/(Bani Israil)' dibuang.