إِنَّ هَٰؤُلَاءِ مُتَبَّرٌ مَا هُمْ فِيهِ وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Sesungguhnya mereka ini, apa yang mereka anut adalah kehancuran, dan sia-sia apa yang mereka kerjakan.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ هَٰؤُلَاءِ مُتَبَّرٌ مَا هُمْ فِيهِ وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَinna haa'ulaa'i mutabbarun maa hum fiihi wa-baatilun maa kaanuu ya'maluunasesungguhnya mereka ini, apa yang mereka anut adalah kehancuran, dan sia-sia apa yang mereka kerjakan
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar t-b-r, b-t-l, k-w-n, '-m-l): mutabbar diterjemahkan 'akan hancur/binasa' (akar t-b-r); baatil diterjemahkan 'sia-sia/batil' (akar b-t-l). gloss '(kemusyrikan)' dibuang.
Aplikasi
Penilaian tegas terhadap kaum penyembah berhala yang baru ditemui: 'apa yang mereka anut akan hancur, dan sia-sia apa yang mereka kerjakan', pengulangan tema kesia-siaan yang menegaskan bahwa daya tarik visual sebuah sistem kepercayaan tidak menjamin keberlangsungannya. Konkretnya: sesuatu yang tampak mapan dan sudah dianut lama oleh banyak orang (tradisi, sistem, kebiasaan) tidak otomatis berarti punya fondasi yang akan bertahan, daya tarik dan usia sebuah tradisi bukan bukti validitasnya, keduanya perlu dievaluasi terpisah.