إِنَّ هَٰؤُلَاءِ مُتَبَّرٌ مَا هُمْ فِيهِ وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Sesungguhnya mereka ini, apa yang mereka anut adalah kehancuran, dan sia-sia apa yang mereka kerjakan.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ هَٰؤُلَاءِ مُتَبَّرٌ مَا هُمْ فِيهِ وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَinna haa'ulaa'i mutabbarun maa hum fiihi wa-baathilun maa kaanuu ya'maluunasesungguhnya mereka ini, apa yang mereka anut adalah kehancuran, dan sia-sia apa yang mereka kerjakan
Terjemahan per kata (10 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
- مُتَبَّرٌmutabbarunyang dihancurkan
- مَاmaaapa yang
- هُمْhummereka
- فِيهِfiihidi dalamnya
- وَبَاطِلٌwa-baathilundan batil
- مَاmaaapa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan
Inti bacaan
Penilaian tegas terhadap kaum penyembah berhala yang baru ditemui: 'apa yang mereka anut akan hancur, dan sia-sia apa yang mereka kerjakan', pengulangan tema kesia-siaan yang menegaskan bahwa daya tarik visual sebuah sistem kepercayaan tidak menjamin keberlangsungannya. Konkretnya: sesuatu yang tampak mapan dan sudah dianut lama oleh banyak orang (tradisi, sistem, kebiasaan) tidak otomatis berarti punya fondasi yang akan bertahan, daya tarik dan usia sebuah tradisi bukan bukti validitasnya, keduanya perlu dievaluasi terpisah.
Tafsiran
Musa menjelaskan kepada kaumnya bahwa apa yang mereka kagumi pada penyembah berhala itu (devosi mereka sendiri), sebenarnya sia-sia dan menuju kehancuran, bukan sesuatu yang patut ditiru.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Musa menyebut apa yang mereka anut adalah kehancuran. Yang dinilai anutannya. Penolakan diarahkan pada barangnya, bukan pada orang yang memintanya.
- Bagian kedua menyebut sia-sia apa yang mereka kerjakan. Kerjanya sungguhan. Yang dipersoalkan bukan kurangnya usaha, melainkan bahwa usaha itu tak menuju ke mana-mana.
- Allah merekam jawaban ini datang segera setelah Bani Israil meminta patung. Tanpa jeda. Permintaan yang keliru dijawab pada saat itu juga, sebelum sempat berakar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar t-b-r, b-t-l, k-w-n, '-m-l): mutabbar diterjemahkan 'akan hancur/binasa' (akar t-b-r); baatil diterjemahkan 'sia-sia/batil' (akar b-t-l). gloss '(kemusyrikan)' dibuang.