قَالَ يَا مُوسَىٰ إِنِّي اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسَالَاتِي وَبِكَلَامِي فَخُذْ مَا آتَيْتُكَ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Dia berfirman, “Wahai Musa, sesungguhnya Aku telah memilihmu atas manusia dengan risalah-Ku dan dengan firman-Ku. Maka berpegang teguhlah pada apa yang Aku berikan kepadamu, dan jadilah termasuk orang-orang yang bersyukur.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. قَالَ يَا مُوسَىٰ إِنِّي اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسَالَاتِي وَبِكَلَامِي فَخُذْ مَا آتَيْتُكَ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَqaala yaa muusaa innii stafaytuka alaa n-naasi bi-risaalatii wa-bi-kalaamii fa-khudz maa aataytuka wa-kun mina sh-shaakiriinaDia berfirman, wahai Musa, sesungguhnya Aku telah memilihmu atas manusia dengan risalah-Ku dan dengan firman-Ku, maka berpegang teguhlah pada apa yang Aku berikan kepadamu, dan jadilah termasuk orang-orang yang bersyukur
Catatan pilihan kata (ringkas)

kun mina sh-shaakiriin = 2MS (Musa) diterjemahkan 'jadilah ENGKAU'; 'kepadamu' (aataytuKA 2MS) sah. Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Lih.. Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).

Aplikasi

Keistimewaan besar (membawa risalah, berbicara langsung dengan Allah) diiringi instruksi eksplisit: 'jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur', privilese besar dipasangkan dengan kewajiban bersyukur, bukan rasa berhak. Konkretnya: menerima keistimewaan atau kesempatan besar (posisi, bakat, kesempatan langka) seharusnya direspons dengan rasa syukur yang aktif, bukan dianggap sebagai hak yang otomatis pantas diterima, kerendahan hati atas privilese adalah respons yang secara eksplisit diperintahkan di sini, bukan pilihan opsional.