وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الْأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا بِأَحْسَنِهَا ۚ سَأُرِيكُمْ دَارَ الْفَاسِقِينَ

Kami telah menuliskan baginya pada lauh-lauh segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal. “Berpegang teguhlah padanya dengan sungguh-sungguh, dan suruhlah kaummu berpegang padanya dengan sebaik-baiknya. Aku akan memperlihatkan kepada kalian negeri orang-orang fasik.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الْأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا بِأَحْسَنِهَاwa-katabnaa lahu fi l-alwaahi min kulli shay'in maw'izhatan wa-tafsiilan li-kulli shay'in fa-khudzhaa bi-quwwatin wa-mur qawmaka ya'khudzuu bi-ahsanihaadan Kami tuliskan baginya pada lauh-lauh segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal, maka berpegang teguhlah padanya dengan sungguh-sungguh, dan suruhlah kaummu berpegang padanya dengan sebaik-baiknya
  2. سَأُرِيكُمْ دَارَ الْفَاسِقِينَsa-uriikum daara l-faasiqiinaAku akan memperlihatkan kepada kalian negeri orang-orang fasik
Catatan pilihan kata (ringkas)

qwy/mtn per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi qwy/mtn: qawiyy diterjemahkan 'kuat', quwwah diterjemahkan 'kekuatan', matiin diterjemahkan 'kukuh'. 51:58 quwwah+matiin terbedakan. Registri kekuatan lengkap. Lih.. sebagian penerjemah: 'And We wrote for him on the tablets every1 thing as an admonition and an explanation for everything:2 “Hold thou them fast, and command thou thy people to take the best thereof. I will show thee the abode of the perfidious:3' qawiyy (q-w-y): kuat/berdaya.

Aplikasi

Instruksi tentang lauh-lauh: 'suruhlah kaummu berpegang padanya dengan sebaik-baiknya (yakhudzuu bi-ahsanihaa)', bukan kepatuhan mekanis tanpa pertimbangan, melainkan usaha aktif memilih penerapan TERBAIK dari yang diajarkan. Konkretnya: menjalankan sebuah pedoman/aturan dengan baik bukan sekadar mengikuti secara harfiah dan kaku, melainkan berusaha memahami dan menerapkan versi terbaik dari maksudnya, pendekatan ini menuntut penilaian aktif dan kebijaksanaan, bukan sekadar kepatuhan pasif tanpa berpikir.