سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda-Ku. Jika mereka melihat semua tanda, mereka tidak mau beriman kepadanya. Jika mereka melihat jalan kebenaran, mereka tidak menempuhnya. Jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian itu karena mereka mendustakan tanda-tanda Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًاsa-ashrifu 'an aayaatiya lladziina yatakabbaruuna fi l-ardhi bi-ghayri l-haqqi wa-in yaraw kulla aayatin laa yu'minuu bihaa wa-in yaraw sabiila r-rusydi laa yattakhidzuuhu sabiilan wa-in yaraw sabiila l-ghayyi yattakhidzuuhu sabiilanAku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda-Ku; jika mereka melihat semua tanda, mereka tidak mau beriman kepadanya; jika mereka melihat jalan kebenaran, mereka tidak menempuhnya; jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya
  2. ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَdzaalika bi-annahum kadzdzabuu bi-aayaatinaa wa-kaanuu 'anhaa ghaafiliinayang demikian itu karena mereka mendustakan tanda-tanda Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya

Terjemahan per kata (36 kata)

  1. سَأَصْرِفُsa-ashrifuAku akan memalingkan
  2. عَنْ'andari
  3. آيَاتِيَaayaatiyatanda-tanda-Ku
  4. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  5. يَتَكَبَّرُونَyatakabbaruunamereka menyombongkan diri
  6. فِيfidi
  7. الْأَرْضِl-ardhibumi
  8. بِغَيْرِbi-ghayritanpa
  9. الْحَقِّl-haqqihak
  10. وَإِنْwa-indan jika
  11. يَرَوْاyarawmereka melihat
  12. كُلَّkullasetiap
  13. آيَةٍaayatintanda
  14. لَاlaatidak
  15. يُؤْمِنُواyu'minuumereka beriman
  16. بِهَاbihaakepadanya
  17. وَإِنْwa-indan jika
  18. يَرَوْاyarawmereka melihat
  19. سَبِيلَsabiilajalan
  20. الرُّشْدِr-rusydikebenaran
  21. لَاlaatidak
  22. يَتَّخِذُوهُyattakhidzuuhumereka menjadikannya
  23. سَبِيلًاsabiilanjalan
  24. وَإِنْwa-indan jika
  25. يَرَوْاyarawmereka melihat
  26. سَبِيلَsabiilajalan
  27. الْغَيِّl-ghayyikesesatan
  28. يَتَّخِذُوهُyattakhidzuuhumereka menjadikannya
  29. سَبِيلًاsabiilanjalan
  30. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  31. بِأَنَّهُمْbi-annahumkarena sesungguhnya mereka
  32. كَذَّبُواkadzdzabuumendustakan
  33. بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
  34. وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
  35. عَنْهَا'anhaadarinya
  36. غَافِلِينَghaafiliinaorang-orang yang lalai

Inti bacaan

Pola yang mengkhawatirkan pada yang sombong: 'jika mereka melihat jalan kebenaran, mereka tidak menempuhnya; jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya', sebuah bias sistematis memilih opsi yang lebih buruk meski kedua opsi sama-sama terlihat jelas. Konkretnya: kesombongan yang mengakar bisa menghasilkan pola pilihan yang secara konsisten condong ke arah yang lebih buruk, bahkan ketika pilihan yang lebih baik sama jelasnya, mengenali kapan pola pilihan diri sendiri secara konsisten condong ke arah yang merugikan (meski tahu ada pilihan lebih baik) adalah tanda peringatan yang perlu direspons serius.

Tafsiran

Ayat ini menyingkap prinsip di balik kebutaan spiritual: kesombongan tanpa dasar menutup kemampuan melihat kebenaran meski tanda-tanda hadir berulang, bukan Allah yang menyesatkan sewenang-wenang, melainkan konsekuensi dari pilihan berulang menolak petunjuk.

Renungan dan Hikmah

  • Tiga pengandaian yang disebut Allah semuanya bermula dari melihat: melihat tanda, melihat jalan kebenaran, melihat jalan kesesatan. Tak satu pun soal tidak tahu. Yang rusak bukan matanya, melainkan apa yang dikerjakan sesudah melihat.
  • Kesombongan mereka disebut tanpa alasan yang benar, bukan sekadar berlebihan. Tak berdasar sejak awalnya. Rasa lebih tinggi yang punya dasar pun masih bisa jadi soal, tetapi yang digambarkan di sini bahkan tak punya pijakan untuk diperiksa.
  • Allah menyebut diri-Nya yang akan memalingkan mereka, dengan kata Aku. Pelakunya tidak disembunyikan di balik kalimat. Baru sesudah itu disebut apa yang telah mereka kerjakan lebih dahulu, dan urutan itulah yang menerangkan mana yang menyusul mana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. '