وَلَمَّا سُقِطَ فِي أَيْدِيهِمْ وَرَأَوْا أَنَّهُمْ قَدْ ضَلُّوا قَالُوا لَئِنْ لَمْ يَرْحَمْنَا رَبُّنَا وَيَغْفِرْ لَنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatan mereka dan mengetahui bahwa mereka benar-benar sesat, mereka berkata, “Sungguh, jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang rugi.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَمَّا سُقِطَ فِي أَيْدِيهِمْ وَرَأَوْا أَنَّهُمْ قَدْ ضَلُّوا قَالُوا لَئِنْ لَمْ يَرْحَمْنَا رَبُّنَا وَيَغْفِرْ لَنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَwa-lammaa suqitha fii aydiihim wa-ra'aw annahum qad dhalluu qaaluu la-in lam yarhamnaa rabbunaa wa-yaghfir lanaa la-nakuunanna mina l-khaasiriinadan setelah mereka sangat menyesali perbuatan mereka dan mengetahui bahwa mereka benar-benar sesat, mereka berkata, sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang rugi
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَلَمَّاwa-lammaadan ketika
- سُقِطَsuqithamenyesal
- فِيfiipada
- أَيْدِيهِمْaydiihimtangan mereka
- وَرَأَوْاwa-ra'awdan mereka melihat
- أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
- قَدْqadsungguh
- ضَلُّواdhalluumereka sesat
- قَالُواqaaluumereka berkata
- لَئِنْla-insungguh jika
- لَمْlamtidak
- يَرْحَمْنَاyarhamnaamerahmati kami
- رَبُّنَاrabbunaaTuhan kami
- وَيَغْفِرْwa-yaghfirdan Dia mengampuni
- لَنَاlanaabagi kami
- لَنَكُونَنَّla-nakuunannasungguh kami akan menjadi
- مِنَminadari
- الْخَاسِرِينَl-khaasiriinaorang-orang yang rugi
Inti bacaan
Urutan yang sehat: kesadaran akan kesalahan datang lebih dulu ('mengetahui bahwa mereka benar-benar sesat'), baru diikuti penyesalan tulus dan permohonan ampun, bukan pembelaan diri atau penyangkalan seperti pola Iblis sebelumnya. Konkretnya: urutan sehat merespons kesalahan sendiri adalah kesadaran jujur dulu (mengakui benar-benar keliru), baru diikuti penyesalan dan usaha memperbaiki, melompati tahap kesadaran jujur langsung ke pembelaan diri menghambat proses perbaikan yang sesungguhnya.
Penjelasan pilihan kata
'sangat' terintegrasi tanpa kurung sbg bagian penerjemahan idiom 'suqita fii aydiihim' (bukan tambahan terpisah, idiom Arab utuh utk penyesalan mendalam). 'perbuatannya'→'perbuatan mereka' (3MP, konsistensi). 'orang-orang yang merugi'→'orang-orang yang rugi' (khaasiriina, acuan mayoritas).
Tafsiran
Penyesalan datang bukan dari nasihat luar, melainkan dari kesadaran internal: momen ini menjadi titik balik yang membuka jalan bagi pengampunan yang akan datang.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut urutannya dengan jelas: mereka menyesal dan mengetahui bahwa mereka sesat. Kesadaran dan penyesalan datang bersama, bukan penyesalan lebih dulu. Menyesal tanpa tahu apa yang keliru cuma menghasilkan rasa tidak enak yang akan hilang sendiri.
- Mereka berkata 'jika Tuhan kami tidak memberi rahmat dan tidak mengampuni kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang rugi'. Mereka menyebut sendiri bahwa keselamatan mereka bergantung pada Allah, bukan pada penyesalan mereka. Penyesalan yang jujur memang berhenti pada mengakui, bukan pada menawar.
- Tak ada nasihat yang disebut mendahului penyesalan ini; ia muncul dari mereka sendiri. Kesadaran yang tumbuh tanpa ditegur orang lain memang jarang, dan justru itu yang biasanya bertahan lebih lama daripada yang datang karena dipermalukan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak me…”. Dalam ayat ini, 'rahima' dan 'ghafara' sama-sama tanpa kata sandang al-. verba rahima diterjemahkan keluarga 'merahmati/memberi rahmat' (sejalan raahimiin diterjemahkan 'pemberi rahmat', kata terjemahan lain SENDIRI di 23:109) · ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').