وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَىٰ إِلَىٰ قَوْمِهِ غَضْبَانَ أَسِفًا قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِي مِنْ بَعْدِي ۖ أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ ۖ وَأَلْقَى الْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُ إِلَيْهِ ۚ قَالَ ابْنَ أُمَّ إِنَّ الْقَوْمَ اسْتَضْعَفُونِي وَكَادُوا يَقْتُلُونَنِي فَلَا تُشْمِتْ بِيَ الْأَعْدَاءَ وَلَا تَجْعَلْنِي مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Dan ketika Musa kembali kepada kaumnya dalam keadaan marah lagi sedih, ia berkata, “Alangkah buruknya kalian menggantikanku sepeninggalku! Apakah kalian tergesa mendahului perintah Tuhan kalian?” Dan ia melemparkan lauh-lauh itu, dan memegang kepala saudaranya, menariknya ke arahnya. Ia berkata, “Wahai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini menganggapku lemah dan hampir membunuhku; maka janganlah engkau menjadikan musuh-musuh menyorakiku, dan janganlah engkau menjadikanku bersama kaum yang zalim.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَىٰ إِلَىٰ قَوْمِهِ غَضْبَانَ أَسِفًا قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِي مِنْ بَعْدِيwa-lammaa raja'a muusaa ilaa qawmihi ghadhbaana asifan qaala bi'samaa khalaftumuunii min ba'diidan ketika Musa kembali kepada kaumnya dalam keadaan marah lagi sedih, ia berkata, alangkah buruknya kalian menggantikanku sepeninggalku
  2. أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْa-'ajiltum amra rabbikumapakah kalian tergesa mendahului perintah Tuhan kalian
  3. وَأَلْقَى الْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُ إِلَيْهِwa-alqaa l-alwaaha wa-akhadza bi-ra'si akhiihi yajurruhu ilayhidan ia melemparkan lauh-lauh itu, dan memegang kepala saudaranya, menariknya ke arahnya
  4. قَالَ ابْنَ أُمَّ إِنَّ الْقَوْمَ اسْتَضْعَفُونِي وَكَادُوا يَقْتُلُونَنِي فَلَا تُشْمِتْ بِيَ الْأَعْدَاءَ وَلَا تَجْعَلْنِي مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَqaala bna umma inna l-qawma stadh'afuunii wa-kaaduu yaqtuluunanii fa-laa tusymit biya l-a'daa'a wa-laa taj'alnii ma'a l-qawmi zh-zhaalimiinaia berkata, wahai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini menganggapku lemah dan hampir membunuhku, maka janganlah engkau menjadikan musuh-musuh menyorakiku, dan janganlah engkau menjadikanku bersama kaum yang zalim

Terjemahan per kata (39 kata)

  1. وَلَمَّاwa-lammaadan ketika
  2. رَجَعَraja'akembali
  3. مُوسَىٰmuusaaMusa
  4. إِلَىٰilaakepada
  5. قَوْمِهِqawmihikaumnya
  6. غَضْبَانَghadhbaanamarah
  7. أَسِفًاasifandengan marah
  8. قَالَqaalaberkata
  9. بِئْسَمَاbi'samaaburuk sekali apa yang
  10. خَلَفْتُمُونِيkhalaftumuuniikalian menggantikanku
  11. مِنْmindari
  12. بَعْدِيba'diisesudahku
  13. أَعَجِلْتُمْa-'ajiltumapakah kalian tergesa
  14. أَمْرَamraurusan
  15. رَبِّكُمْrabbikumTuhan kalian
  16. وَأَلْقَىwa-alqaadan Dia meletakkan
  17. الْأَلْوَاحَl-alwaahapapan-papan
  18. وَأَخَذَwa-akhadzadan mengambil
  19. بِرَأْسِbi-ra'sikepala
  20. أَخِيهِakhiihisaudaranya
  21. يَجُرُّهُyajurruhumenariknya
  22. إِلَيْهِilayhikepadanya
  23. قَالَqaalaberkata
  24. ابْنَbnaputra
  25. أُمَّummainduk
  26. إِنَّinnasesungguhnya
  27. الْقَوْمَl-qawmakaum
  28. اسْتَضْعَفُونِيstadh'afuuniimereka menindasku
  29. وَكَادُواwa-kaaduudan hampir mereka
  30. يَقْتُلُونَنِيyaqtuluunaniimereka membunuhku
  31. فَلَاfa-laamaka janganlah
  32. تُشْمِتْtusymitengkau menyenangkan
  33. بِيَbiyaterhadapku
  34. الْأَعْدَاءَl-a'daa'amusuh-musuh
  35. وَلَاwa-laadan tidak pula
  36. تَجْعَلْنِيtaj'alniiengkau menjadikanku
  37. مَعَma'abersama
  38. الْقَوْمِl-qawmikaum
  39. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim

Inti bacaan

Detail penting dalam kemarahan Musa: Harun ternyata sudah berusaha mencegah dan 'hampir membunuhku' oleh kaumnya sendiri karena upayanya, kegagalan mencegah sesuatu buruk tidak selalu berarti tidak berusaha. Konkretnya: sebelum menghakimi seseorang yang tampak 'gagal mencegah' sesuatu yang buruk terjadi, periksa dulu keadaan sebenarnya yang mereka hadapi, kadang seseorang sudah berusaha maksimal dalam batas kemampuan dan keamanan diri, dan menghakimi tanpa memahami konteks penuh adalah ketidakadilan terhadap usaha yang sebenarnya sudah dilakukan.

Penjelasan pilihan kata

'Alangkah buruk apa yang kalian lakukan'→'Alangkah buruknya kalian menggantikanku' (khalaftumuunii spesifik 'menggantikan', bukan generik 'melakukan'). 'stad'afuunii'→'menganggapku lemah' (konsisten dengan 34:31-33).

Tafsiran

Kemarahan Musa terarah pertama pada kaumnya (lauh-lauh dilempar), lalu ia tersadar dan mendengarkan penjelasan Harun: momen yang menunjukkan kepemimpinan yang marah demi prinsip, bukan demi dirinya sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Musa kembali 'dalam keadaan marah lagi sedih'. Dua rasa yang jarang diakui hadir bersamaan, sebab marah biasanya dipakai untuk menutupi yang kedua. Allah menyebut keduanya, dan kemarahan yang masih menyimpan kesedihan di dalamnya memang jenis yang berbeda dari kemarahan yang sudah kering.
  • Kemarahannya sempat tertuju kepada saudaranya, dan baru sesudah itu ia mendengar bahwa orang itu nyaris dibunuh karena mencegah. Yang tampak sebagai kelalaian ternyata perlawanan yang kalah. Menilai seseorang dari hasilnya saja hampir selalu keliru tentang apa yang sebenarnya ia kerjakan.
  • Tuduhan yang ia lontarkan 'apakah kalian tergesa mendahului perintah Tuhan kalian'. Yang dipersoalkan bukan keinginan mereka, melainkan ketidaksabaran menunggu. Kerusakan besar sering bermula bukan dari niat menentang Allah, melainkan dari tak sanggup menunggu jawaban-Nya sampai tiba.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-j-', q-w-m, gh-d-b, a-s-f, q-w-l, b-a-s, kh-l-f, b-'-d, '-j-l, a-m-r, r-b-b, l-q-y, l-w-h, a-kh-dz, r-a-s, a-kh-w, j-r-r, b-n-y, a-m-m, d-'-f, k-w-d, q-t-l, sh-m-t, '-d-w, j-'-l, zh-l-m): ghadbaan/asif diterjemahkan 'marah/sedih'; khalaftumuunii diterjemahkan 'apa yang kalian lakukan sepeninggalku' (akar kh-l-f); ajiltum diterjemahkan 'tergesa mendahului' (akar '-j-l); alwaah diterjemahkan 'lauh-lauh (lempeng)'; tushmit diterjemahkan 'menyoraki (senang atas musibah)' (akar sh-m-t). gloss '(Taurat)/(Harun)/(menjambak)/(karena melihat…)/(dalam pandanganmu)' dibuang.