قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Ia berdoa, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku, serta masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Engkau yang paling banyak memberi rahmat di antara para pemberi rahmat.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَqaala rabbi ghfir lii wa-li-akhii wa-adkhilnaa fii rahmatikaia berdoa, ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku, serta masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu
- وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَwa-anta arhamu r-raahimiinadan Engkau yang paling banyak memberi rahmat di antara para pemberi rahmat
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang dari semua yang penyayang”. terjemahan ini:. lema *raahimiin* yang SAMA ia render di 23:109 & 23:118 (rumus *khayr ar-raahimiin* diterjemahkan “sebaik-baik pemberi rahmat”) tapi di 4 ayat rumus *arham*. Dan (*rahmah* = PEMBERIAN) & sejalan dengan verba *rahima* diterjemahkan “merahmati” (26/28 di DB). Di sini Arab punya elatif, superlatif diterjemahkan. Tapi terjemahan lain merender *khayr* (elatif) diterjemahkan (superlatif Indonesia) sementara *arham* (elatif) diterjemahkan (bukan superlatif, cuma penguat kabur). terjemahan lain sendiri membuktikan Indonesia punya alatnya. Idiom menuntut (“sebaik-baik”, “sepandai-pandai”), dan “rahmat” itu, jadi buntu. Dasarnya ditemukan di = “bersifat belas kasihan; bersifat penyayang”, contohnya bahkan., KBBI (n)=“kandungan” & (a)=“belas kasihan”,. Jangkar kerangka kita (*arhaam* = rahim = organ) ternyata, dan penuturnya memakainya tanpa sadar keduanya satu akar. diterjemahkan “serahim-rahim” bertabrakan dengan *arhaam* diterjemahkan “rahim” (kandungan); ia. Konteks memisahkan: 22:5 “dalam …” vs ayat ini “…”. ⚠ Ini membatalkan *rahiim* diterjemahkan “pengasih”: berdiri sendiri, “rahim” terbaca (itulah sebabnya “Sang Rahim” ditolak di basmalah,). Dalam bentuk, pembacaan kandungan, tak ada “sekandungan-kandungan”;. Rujukan:. sebagian penerjemah: 'He said: “My Lord: forgive Thou me and my brother, and enter Thou us into Thy mercy; and Thou art the most merciful of those who show mercy.”' Corpus ayat ini: = LEM:>aroHam ROOT:rHm, pola, superlatif SUNGGUHAN secara tata bahasa; = LEM:r~a`Himiyn, jamak,. *Arham* muncul langsung diikuti *raahimiin* (7:151, 12:64, 12:92, 21:83), rumus baku.
Aplikasi
Begitu memahami situasi penuh (Harun tidak lalai, melainkan terancam), Musa segera beralih dari amarah ke doa permohonan ampun bagi keduanya, pivot cepat dari emosi ke rekonsiliasi setelah fakta menjadi jelas. Konkretnya: kesediaan untuk segera menyesuaikan sikap begitu fakta/konteks yang lebih lengkap terungkap (dari marah ke memahami dan membela) adalah tanda kedewasaan emosional, mempertahankan kemarahan setelah mengetahui konteks yang meringankan adalah keras kepala yang tidak perlu.