إِنَّ الَّذِينَ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَذِلَّةٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُفْتَرِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak sapi itu, kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan dunia. Dan demikianlah Kami membalas orang-orang yang mengada-adakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّ الَّذِينَ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَذِلَّةٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَاinna lladziina ttakhadzuu l-'ijla sa-yanaaluhum ghadhabun min rabbihim wa-dzillatun fi l-hayaati d-dunyaasesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak sapi itu, kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan dunia
  2. وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُفْتَرِينَwa-ka-dzaalika najzii l-muftariinadan demikianlah Kami membalas orang-orang yang mengada-adakan

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. اتَّخَذُواttakhadzuumereka mengambil
  4. الْعِجْلَl-'ijlaanak sapi
  5. سَيَنَالُهُمْsa-yanaaluhumakan menimpa mereka
  6. غَضَبٌghadhabunkemurkaan
  7. مِنْmindari
  8. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  9. وَذِلَّةٌwa-dzillatundan kehinaan
  10. فِيfidalam
  11. الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
  12. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  13. وَكَذَٰلِكَwa-ka-dzaalikadan demikianlah
  14. نَجْزِيnajziiKami membalas
  15. الْمُفْتَرِينَl-muftariinaorang-orang yang mengada-ada

Inti bacaan

Konsekuensi bagi penyembah anak sapi disebutkan mencakup dua dimensi: 'kemurkaan dari Tuhan mereka' (spiritual) dan 'kehinaan dalam kehidupan dunia' (langsung, terlihat), bukan hanya konsekuensi abstrak yang tertunda. Konkretnya: pelanggaran serius terhadap nilai inti sering membawa konsekuensi ganda, dampak batin/spiritual sekaligus dampak nyata yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari, kesadaran akan dua dimensi ini membantu memahami keseriusan sebuah kesalahan secara lebih menyeluruh, bukan hanya salah satu sisi.

Tafsiran

Konsekuensi ganda menanti penyembah anak lembu: kemurkaan ilahi dan kehinaan sosial di dunia, hukuman yang berlaku bagi siapa pun yang 'mengada-adakan' klaim ketuhanan palsu, bukan hanya kasus historis ini.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan dunia. Yang satu di sisi-Nya, yang satu di sini. Akibatnya tidak seluruhnya ditunda.
  • Allah menamai perbuatan itu mengada-adakan. Bukan menyembah salah. Yang dipersoalkan bahwa mereka menciptakan sendiri sesuatu lalu memperlakukannya sebagai benar.
  • Allah menutup dengan demikianlah Kami membalas orang-orang yang mengada-adakan. Kalimatnya berlaku umum. Peristiwa satu kaum diangkat menjadi keterangan tentang cara kerja yang berulang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-kh-dz, '-j-l, n-y-l, gh-d-b, r-b-b, dz-l-l, h-y-y, d-n-w, j-z-y, f-r-y): yanaaluhum diterjemahkan 'menimpa mereka' (akar n-y-l); ghadab/dhillah diterjemahkan 'kemurkaan/kehinaan' (akar dz-l-l); muftariin diterjemahkan 'orang-orang yang mengada-adakan (dusta)' (akar f-r-y). gloss '(patung)/(sebagai sembahan)' dibuang.