وَلَمَّا سَكَتَ عَنْ مُوسَى الْغَضَبُ أَخَذَ الْأَلْوَاحَ ۖ وَفِي نُسْخَتِهَا هُدًى وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُونَ

Setelah amarah Musa mereda, ia mengambil lauh-lauh itu. Di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَمَّا سَكَتَ عَنْ مُوسَى الْغَضَبُ أَخَذَ الْأَلْوَاحَwa-lammaa sakata 'an muusaa l-ghadhabu akhadza l-alwaahasetelah amarah Musa mereda, ia mengambil lauh-lauh itu
  2. وَفِي نُسْخَتِهَا هُدًى وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُونَwa-fii nuskhatihaa hudan wa-rahmatun li-lladziina hum li-rabbihim yarhabuunadan di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. وَلَمَّاwa-lammaadan ketika
  2. سَكَتَsakatareda
  3. عَنْ'andari
  4. مُوسَىmuusaaMusa
  5. الْغَضَبُl-ghadhabukemurkaan
  6. أَخَذَakhadzamengambil
  7. الْأَلْوَاحَl-alwaahapapan-papan
  8. وَفِيwa-fiidan pada
  9. نُسْخَتِهَاnuskhatihaatulisannya
  10. هُدًىhudanpetunjuk
  11. وَرَحْمَةٌwa-rahmatundan rahmat
  12. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  13. هُمْhummereka
  14. لِرَبِّهِمْli-rabbihimkepada Tuhan mereka
  15. يَرْهَبُونَyarhabuunamereka takut

Inti bacaan

Musa menunggu sampai 'amarah mereda' sebelum mengambil kembali dan bertindak atas lauh-lauh yang sempat dilemparkannya, keputusan penting ditunda sampai kondisi emosi sudah tenang. Konkretnya: menunda keputusan atau tindakan penting sampai kondisi emosi (terutama amarah) sudah reda adalah kebiasaan yang dicontohkan secara eksplisit di sini, bertindak besar saat masih dikuasai amarah berisiko menghasilkan keputusan yang disesali kemudian.

Tafsiran

Musa mengambil kembali lauh-lauh yang sempat dilemparkan: kemarahan mereda tidak menghilangkan nilai wahyu yang dikandungnya, justru menegaskan pentingnya dipegang kembali.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut waktunya: setelah amarahnya mereda. Bukan seketika. Yang ditunggu bukan keadaan, melainkan dirinya sendiri.
  • Kata yang dipakai mereda, seperti api yang padam. Bukan hilang. Amarahnya diakui ada, cuma disebut sudah turun.
  • Allah menyebut isinya petunjuk dan rahmat. Sesudah sempat dilemparkan. Yang terlempar tetap berisi apa yang tertulis di dalamnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang ta…”. Dalam ayat ini, 'rahmah' indefinit (tanpa kata sandang).