وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ اسْكُنُوا هَٰذِهِ الْقَرْيَةَ وَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُوا حِطَّةٌ وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا نَغْفِرْ لَكُمْ خَطِيئَاتِكُمْ ۚ سَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ
Dan ingatlah ketika dikatakan kepada mereka, “Tinggallah di negeri ini dan makanlah darinya di mana saja kalian kehendaki, serta katakanlah, ‘Keringanan!’ lalu masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami mengampuni kesalahan-kesalahan kalian. Kami akan menambah kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ اسْكُنُوا هَٰذِهِ الْقَرْيَةَ وَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُوا حِطَّةٌ وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا نَغْفِرْ لَكُمْ خَطِيئَاتِكُمْwa-idz qiila lahumu skunuu haadzihi l-qaryata wa-kuluu minhaa haytsu syi'tum wa-quuluu hiththatun wa-dkhuluu l-baaba sujjadan naghfir lakum khathii'aatikumdan ingatlah ketika dikatakan kepada mereka, tinggallah di negeri ini dan makanlah darinya di mana saja kalian kehendaki, serta katakanlah, keringanan, lalu masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami mengampuni kesalahan-kesalahan kalian
- سَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَsa-naziidu l-muhsiniinaKami akan menambah kepada orang-orang yang berbuat kebaikan
Terjemahan per kata (20 kata)
- وَإِذْwa-idzdan ketika
- قِيلَqiiladikatakan
- لَهُمُlahumubagi mereka
- اسْكُنُواskunuudiamlah kalian
- هَٰذِهِhaadzihiini
- الْقَرْيَةَl-qaryatakota
- وَكُلُواwa-kuluudan makanlah kalian
- مِنْهَاminhaadarinya
- حَيْثُhaytsudi mana saja
- شِئْتُمْsyi'tumkalian kehendaki
- وَقُولُواwa-quuluudan katakanlah kalian
- حِطَّةٌhiththatunampunan
- وَادْخُلُواwa-dkhuluudan masukilah kalian
- الْبَابَl-baabapintu gerbang
- سُجَّدًاsujjadansambil bersujud
- نَغْفِرْnaghfirKami mengampuni
- لَكُمْlakumbagi kalian
- خَطِيئَاتِكُمْkhathii'aatikumkesalahan kalian
- سَنَزِيدُsa-naziiduKami akan menambah
- الْمُحْسِنِينَl-muhsiniinaorang-orang yang berbuat kebaikan
Inti bacaan
Syarat masuk mencakup sikap fisik (membungkuk) dan ucapan spesifik permohonan ampun, kerendahan hati yang diwujudkan lewat tindakan konkret, bukan sekadar sikap batin yang tidak terlihat. Konkretnya: kerendahan hati dan permohonan maaf yang tulus sering perlu diwujudkan lewat tindakan/ucapan konkret (bukan hanya disimpan dalam hati), mewujudkan sikap batin lewat tindakan nyata memperkuat dan menegaskan kembali komitmen batin itu sendiri.
Tafsiran
Perintah memasuki negeri sambil merendahkan diri dan mengucap kata keringanan adalah ujian kerendahan hati sederhana: pelanggaran terhadapnya (7:162) menunjukkan betapa mudah instruksi sesederhana ini diselewengkan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tiga: tinggallah, makanlah di mana saja kalian kehendaki, dan katakanlah keringanan. Dua kelapangan, satu ucapan. Yang diminta paling ringan justru yang paling sulit mereka kerjakan.
- Perintah keempatnya masuk sambil membungkuk. Gerakan badan. Sikap hati diminta lewat cara berjalan melewati pintu.
- Allah menutup dengan janji mengampuni kesalahan mereka dan menambah bagi yang berbuat baik. Dua-duanya. Yang diminta sedikit, dan yang ditawarkan lebih dari cukup.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kesalahan-kesalahanmu.”” diterjemahkan “kesalahan-kesalahan kalian.””. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').