وَاسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِي السَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَ ۙ لَا تَأْتِيهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Dan tanyakanlah kepada mereka tentang negeri yang berada di dekat laut, ketika mereka melanggar pada hari Sabat, ketika ikan-ikan mereka datang bermunculan pada hari Sabat mereka, dan pada hari mereka tidak ber-Sabat, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka karena mereka selalu berbuat fasik.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَاسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِي السَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَwa-s'alhum ani l-qaryati llatii kaanat haadirata l-bahri idz ya'duuna fi s-sabti idz ta'tiihim hiitaanuhum yawma sabtihim shurra'an wa-yawma laa yasbituunadan tanyakanlah kepada mereka tentang negeri yang berada di dekat laut, ketika mereka melanggar pada hari Sabat, ketika ikan-ikan mereka datang bermunculan pada hari Sabat mereka, dan pada hari mereka tidak ber-Sabat
  2. لَا تَأْتِيهِمْlaa ta'tiihimikan-ikan itu tidak datang kepada mereka
  3. كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَka-dzaalika nabluuhum bimaa kaanuu yafsuquunademikianlah Kami menguji mereka karena mereka selalu berbuat fasik
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar s-a-l, q-r-y, k-w-n, h-d-r, b-h-r, '-d-w, s-b-t, a-t-y, h-w-t, y-w-m, sh-r-', b-l-w, f-s-q): haadirah diterjemahkan 'berada di dekat/hadir' (akar h-d-r); ya'duuna diterjemahkan 'melanggar (melampaui)' (akar '-d-w); hiitaan diterjemahkan 'ikan-ikan' (akar h-w-t); shurra'an diterjemahkan 'bermunculan (di permukaan)'; nabluu diterjemahkan 'menguji' (akar b-l-w). gloss '(yaitu)/(yang berada di sekitar)' dibuang.

Aplikasi

Ujian yang dirancang secara halus: ikan berlimpah justru muncul tepat pada hari yang dilarang menangkap, situasi yang menggoda mencari celah teknis untuk melanggar esensi aturan sambil formalnya tetap mematuhi. Konkretnya: waspadai godaan mencari celah teknis untuk melanggar esensi sebuah aturan sambil berpura-pura formalnya tetap dipatuhi (menunggu sampai 'boleh' padahal niatnya sama saja), pelanggaran lewat celah teknis tetap pelanggaran terhadap maksud aturan, bukan cara sah menghindarinya.