فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

Maka ketika mereka melampaui apa yang dilarang atas mereka, Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kalian kera yang hina.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَfa-lammaa 'ataw 'an maa nuhuu 'anhu qulnaa lahum kuunuu qiradatan khaasi'iinamaka ketika mereka melampaui apa yang dilarang atas mereka, Kami katakan kepada mereka, jadilah kalian kera yang hina

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  2. عَتَوْا'atawmereka membangkang
  3. عَنْ'andari
  4. مَاmaaapa yang
  5. نُهُواnuhuumereka dilarang
  6. عَنْهُ'anhudarinya
  7. قُلْنَاqulnaaKami berkata
  8. لَهُمْlahumkepada mereka
  9. كُونُواkuunuujadilah kalian
  10. قِرَدَةًqiradatankera
  11. خَاسِئِينَkhaasi'iinayang hina

Inti bacaan

Konsekuensi ekstrem (diubah menjadi 'kera yang hina') menimpa mereka yang 'melampaui apa yang dilarang' setelah peringatan berulang, bukan pelanggaran pertama, melainkan pelanggaran yang terus dipertahankan meski sudah tahu dan diperingatkan. Konkretnya: konsekuensi paling berat biasanya menimpa bukan kesalahan pertama, melainkan pola pelanggaran yang terus dipertahankan secara sadar meski sudah berulang kali diperingatkan, membedakan kesalahan sesekali dari pola pembangkangan yang disengaja penting dalam menilai keseriusan sebuah pelanggaran.

Tafsiran

Puncak pelanggaran hari Sabat berujung transformasi mengerikan: konsekuensi yang bukan sekadar hukuman, melainkan penampakan lahiriah dari kerusakan batin yang telah terjadi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka melampaui apa yang dilarang atas mereka. Larangannya sudah jelas. Yang terjadi bukan salah paham, melainkan melangkah melewati garis yang diketahui.
  • Allah mengubah keadaan mereka dengan satu kalimat: jadilah kalian kera yang hina. Tanpa perantara. Yang mencipta dengan sepatah kata juga mengubah dengan sepatah kata.
  • Allah menambahkan kata hina pada perintah itu. Bukan sekadar berubah bentuk. Yang ditimpakan bukan wujud lain, melainkan kehilangan kedudukan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar '-t-w, n-h-y, q-w-l, k-w-n, q-r-d, kh-s-a): ataw diterjemahkan 'melampaui/durhaka' (akar '-t-w); qiradah diterjemahkan 'kera'; khaasi'iin diterjemahkan 'hina (terusir)' (akar kh-s-'). gloss '(melampaui batas)' dibuang.