فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ
Maka ketika mereka melampaui apa yang dilarang atas mereka, Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kalian kera yang hina.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَfa-lammaa ataw an maa nuhuu anhu qulnaa lahum kuunuu qiradatan khaasi'iinamaka ketika mereka melampaui apa yang dilarang atas mereka, Kami katakan kepada mereka, jadilah kalian kera yang hina
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar '-t-w, n-h-y, q-w-l, k-w-n, q-r-d, kh-s-a): ataw diterjemahkan 'melampaui/durhaka' (akar '-t-w); qiradah diterjemahkan 'kera'; khaasi'iin diterjemahkan 'hina (terusir)' (akar kh-s-'). gloss '(melampaui batas)' dibuang.
Aplikasi
Konsekuensi ekstrem (diubah menjadi 'kera yang hina') menimpa mereka yang 'melampaui apa yang dilarang' setelah peringatan berulang, bukan pelanggaran pertama, melainkan pelanggaran yang terus dipertahankan meski sudah tahu dan diperingatkan. Konkretnya: konsekuensi paling berat biasanya menimpa bukan kesalahan pertama, melainkan pola pelanggaran yang terus dipertahankan secara sadar meski sudah berulang kali diperingatkan, membedakan kesalahan sesekali dari pola pembangkangan yang disengaja penting dalam menilai keseriusan sebuah pelanggaran.