وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ يَسُومُهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ ۗ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ الْعِقَابِ ۖ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Dan ingatlah ketika Tuhanmu memberitahukan bahwa sungguh Dia akan mengirimkan kepada mereka sampai hari Kiamat orang-orang yang akan menimpakan seburuk-buruk azab kepada mereka. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat hukuman-Nya, dan sesungguhnya Dia pengampun lagi pengasih.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ يَسُومُهُمْ سُوءَ الْعَذَابِwa-idz ta'adzdzana rabbuka la-yab'atsanna 'alayhim ilaa yawmi l-qiyaamati man yasuumuhum suu'a l-'adzaabidan ingatlah ketika Tuhanmu memberitahukan bahwa sungguh Dia akan mengirimkan kepada mereka sampai hari Kiamat orang-orang yang akan menimpakan seburuk-buruk azab kepada mereka
- إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ الْعِقَابِinna rabbaka la-sarii'u l-'iqaabisesungguhnya Tuhanmu sangat cepat hukuman-Nya
- وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌwa-innahu la-ghafuurun rahiimundan sesungguhnya Dia pengampun lagi pengasih
Terjemahan per kata (19 kata)
- وَإِذْwa-idzdan ketika
- تَأَذَّنَta'adzdzanamemaklumkan
- رَبُّكَrabbukaTuhanmu
- لَيَبْعَثَنَّla-yab'atsannasungguh Dia akan membangkitkan
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- إِلَىٰilaasampai
- يَوْمِyawmiHari
- الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
- مَنْmanorang yang
- يَسُومُهُمْyasuumuhummenimpakan kepada mereka
- سُوءَsuu'akeburukan
- الْعَذَابِl-'adzaabiazab
- إِنَّinnasesungguhnya
- رَبَّكَrabbakaTuhanmu
- لَسَرِيعُla-sarii'ubenar-benar cepat
- الْعِقَابِl-'iqaabihukuman
- وَإِنَّهُwa-innahudan sesungguhnya ia
- لَغَفُورٌla-ghafuurunbenar-benar pengampun
- رَحِيمٌrahiimunpengasih
Inti bacaan
Pengumuman konsekuensi jangka panjang ('sampai hari Kiamat') langsung disandingkan dengan 'pengampun lagi pengasih', keseriusan konsekuensi dan sifat pengampun disebutkan bersamaan, bukan saling meniadakan. Konkretnya: konsekuensi jangka panjang dari sebuah pola pelanggaran (baik pribadi maupun kolektif) bisa nyata dan serius, sekaligus tetap ada ruang untuk pengampunan, dua hal ini tidak saling menghapus, melainkan berjalan berdampingan sebagai bagian dari sistem akuntabilitas yang menyeluruh.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan siklus penindasan yang akan terus menimpa keturunan mereka, bukan dendam sewenang-wenang, melainkan konsekuensi berulang dari pola pelanggaran yang berulang pula.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut batas waktunya sampai hari Kiamat. Bukan beberapa generasi. Ketetapan itu diberi rentang yang paling panjang yang bisa disebutkan.
- Yang Dia kirim orang-orang, bukan bencana alam. Manusia lain. Hukuman berjalan lewat tangan sesama, dan itu membuatnya tak terlihat sebagai hukuman.
- Allah menutup dengan cepat hukuman-Nya, dan pengampun lagi pengasih. Dua yang berlawanan dalam satu kalimat. Keterangan sekeras itu tetap ditutup dengan pintu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini: “Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya (a) “Maha”, superlatif yang TIDAK ADA di teks. Ghafuur berpola fa'uul & rahiim berpola fa'iil: intensif, bukan superlatif (bandingkan arham, pola af'al = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain tidak memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151). (b) “Yang”, kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: “pengampun lagi pengasih”, huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik terjemahan lain SENDIRI: di 9:128 ia menulis rahiim diterjemahkan “penyayang” POLOS, tanpa “Maha”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus “ghafuurun rahiim” muncul di 58 ayat, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8). Pasangan ini BUKAN tautologi, dan itu penting: ghafara = MENUTUPI (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), rahima = MEMBERI. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. Uji kolokasi mengunci bahwa ghafuur & rahiim memang saling terikat namun berbeda: akar gh-f-r muncul 76× di dekat rahiim tapi hanya 1× di dekat rahmaan, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan rahmaan ≠ rahiim. Akar tetangga yang BELUM diputuskan ('aziiz, hakiim, haliim, 'aliim dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Dalam ayat ini, kata dari akar gh-f-r dan r-h-m sama-sama indefinit (tanpa kata sandang). Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.