أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْ ۖ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ

atau kalian berkata, “Sesungguhnya bapak-bapak kami telah mempersekutukan sejak dahulu, dan kami adalah keturunan setelah mereka; apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan para pelaku kebatilan?”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْaw taquuluu innamaa asyraka aabaa'unaa min qablu wa-kunnaa dzurriyyatan min ba'dihimatau kalian berkata, sesungguhnya bapak-bapak kami telah mempersekutukan sejak dahulu, dan kami adalah keturunan setelah mereka
  2. أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَa-fa-tuhlikunaa bi-maa fa'ala l-mubthiluunaapakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan para pelaku kebatilan

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. أَوْawatau
  2. تَقُولُواtaquuluukalian katakan
  3. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  4. أَشْرَكَasyrakamempersekutukan
  5. آبَاؤُنَاaabaa'unaabapak-bapak kami
  6. مِنْmindari
  7. قَبْلُqablusebelumnya
  8. وَكُنَّاwa-kunnaadan kami adalah
  9. ذُرِّيَّةًdzurriyyatanketurunan
  10. مِنْmindari
  11. بَعْدِهِمْba'dihimsesudah mereka
  12. أَفَتُهْلِكُنَاa-fa-tuhlikunaaapakah Engkau membinasakan kami
  13. بِمَاbi-maakarena apa yang
  14. فَعَلَfa'alamelakukan
  15. الْمُبْطِلُونَl-mubthiluunaorang-orang yang membatalkan

Inti bacaan

Alasan kedua yang diantisipasi dan ditolak sebelumnya: 'bapak-bapak kami telah mempersekutukan. apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan mereka?', melempar tanggung jawab ke generasi sebelumnya juga tidak diterima sebagai pembelaan yang sah. Konkretnya: menyalahkan tradisi atau kesalahan generasi sebelumnya sepenuhnya untuk membenarkan pola yang sama pada diri sendiri tidak menghapus tanggung jawab pribadi, setiap generasi/individu tetap memikul tanggung jawabnya sendiri untuk mengevaluasi dan memilih, terlepas dari apa yang dilakukan pendahulunya.

Penjelasan pilihan kata

Lanjutan dua alasan hipotetis yg di-preempt perjanjian primordial 7:172 (alasan kedua).

Tafsiran

Alasan kedua yang dipreempt: menyalahkan leluhur atas kemusyrikan. Perjanjian primordial menutup celah ini juga: setiap jiwa telah bersaksi sendiri, terlepas dari apa yang dilakukan generasi sebelumnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebutkan alasan itu sebelum ada seorang pun mengucapkannya. Dalihnya sudah dijawab sebelum sempat dipakai. Yang ditutup lebih dahulu bukan mulut orangnya, melainkan jalan keluar yang ia kira masih terbuka.
  • Kata yang mereka pilih untuk diri sendiri keturunan setelah mereka. Mereka menempatkan diri sebagai penerus, bukan pelaku. Menyebut diri sebagai yang datang belakangan memang terasa seperti alasan, sampai disadari bahwa yang datang belakangan tetap berjalan dengan kakinya sendiri.
  • Yang mereka ajukan sebuah pertanyaan tentang keadilan: apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang lain? Pertanyaan itu tidak dijawab dengan bantahan. Ia sudah dijawab lebih dahulu oleh ayat sebelumnya, ketika Allah menyebut setiap jiwa bersaksi sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, sh-r-k, a-b-w, q-b-l, k-w-n, dz-r-r, b-'-d, h-l-k, f-'-l, b-t-l): ashraka diterjemahkan 'mempersekutukan' (akar sh-r-k); tuhlikunaa diterjemahkan 'membinasakan kami' (akar h-l-k); mubtiluun diterjemahkan 'para pelaku kebatilan' (akar b-t-l). gloss '(Tuhan)/(datang)' dibuang.