أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْ ۖ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ

atau kalian berkata, “Sesungguhnya bapak-bapak kami telah mempersekutukan sejak dahulu, dan kami adalah keturunan setelah mereka; apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan para pelaku kebatilan?”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْaw taquuluu innamaa ashraka aabaa'unaa min qablu wa-kunnaa dzurriyyatan min ba'dihimatau kalian berkata, sesungguhnya bapak-bapak kami telah mempersekutukan sejak dahulu, dan kami adalah keturunan setelah mereka
  2. أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَa-fa-tuhlikunaa bimaa fa'ala l-mubtiluunaapakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan para pelaku kebatilan
Aplikasi

Alasan kedua yang diantisipasi dan ditolak sebelumnya: 'bapak-bapak kami telah mempersekutukan... apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan mereka?', melempar tanggung jawab ke generasi sebelumnya juga tidak diterima sebagai pembelaan yang sah. Konkretnya: menyalahkan tradisi atau kesalahan generasi sebelumnya sepenuhnya untuk membenarkan pola yang sama pada diri sendiri tidak menghapus tanggung jawab pribadi, setiap generasi/individu tetap memikul tanggung jawabnya sendiri untuk mengevaluasi dan memilih, terlepas dari apa yang dilakukan pendahulunya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, sh-r-k, a-b-w, q-b-l, k-w-n, dz-r-r, b-'-d, h-l-k, f-'-l, b-t-l): ashraka diterjemahkan 'mempersekutukan' (akar sh-r-k); tuhlikunaa diterjemahkan 'membinasakan kami' (akar h-l-k); mubtiluun diterjemahkan 'para pelaku kebatilan' (akar b-t-l). gloss '(Tuhan)/(datang)' dibuang.