وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ

Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami anugerahkan tanda-tanda Kami kepadanya. Kemudian ia melepaskan diri darinya, lalu setan mengikutinya, sehingga ia termasuk orang-orang yang sesat.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَwa-tlu alayhim naba'a lladzii aataynaahu aayaatinaa fa-nsalakha minhaa fa-atba'ahu sh-shaytaanu fa-kaana mina l-ghaawiinadan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami anugerahkan tanda-tanda Kami kepadanya, kemudian ia melepaskan diri darinya, lalu setan mengikutinya, sehingga ia termasuk orang-orang yang sesat
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'And recite thou to them the report of him to whom We gave Our proofs, but he detached himself from them; so the satan followed him, and he was of those who err.'

Aplikasi

Kisah seseorang yang PERNAH diberi tanda-tanda sejati lalu 'melepaskan diri darinya', kategori kegagalan yang berbeda dari yang belum pernah punya akses ke kebenaran, melainkan yang secara aktif membuang apa yang pernah dimiliki. Konkretnya: kehilangan pemahaman atau komitmen yang dulu genuin dimiliki (bukan karena tidak pernah tahu, tapi karena secara aktif melepaskannya demi godaan lain) adalah kegagalan yang secara khusus disayangkan, menjaga apa yang sudah dipahami dengan baik membutuhkan usaha berkelanjutan, bukan asumsi bahwa sekali dipahami akan otomatis bertahan selamanya.