وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ
Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami anugerahkan tanda-tanda Kami kepadanya. Kemudian ia melepaskan diri darinya, lalu setan mengikutinya, sehingga ia termasuk orang-orang yang sesat.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَwa-tlu 'alayhim naba'a lladzii aataynaahu aayaatinaa fa-nsalakha minhaa fa-atba'ahu sy-syaythaanu fa-kaana mina l-ghaawiinadan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami anugerahkan tanda-tanda Kami kepadanya, kemudian ia melepaskan diri darinya, lalu setan mengikutinya, sehingga ia termasuk orang-orang yang sesat
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَاتْلُwa-tludan bacakanlah
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- نَبَأَnaba'aberita
- الَّذِيlladziiyang
- آتَيْنَاهُaataynaahuKami memberinya
- آيَاتِنَاaayaatinaatanda-tanda Kami
- فَانْسَلَخَfa-nsalakhamaka ia melepaskan diri
- مِنْهَاminhaadarinya
- فَأَتْبَعَهُfa-atba'ahumaka mengejarnya
- الشَّيْطَانُsy-syaythaanusetan
- فَكَانَfa-kaanamaka jadilah
- مِنَminadari
- الْغَاوِينَl-ghaawiinaorang-orang yang sesat
Inti bacaan
Kisah seseorang yang pernah diberi tanda-tanda sejati lalu 'melepaskan diri darinya', kategori kegagalan yang berbeda dari yang belum pernah punya akses ke kebenaran, melainkan yang secara aktif membuang apa yang pernah dimiliki. Konkretnya: kehilangan pemahaman atau komitmen yang dulu genuin dimiliki (bukan karena tidak pernah tahu, tapi karena secara aktif melepaskannya demi godaan lain) adalah kegagalan yang secara khusus disayangkan, menjaga apa yang sudah dipahami dengan baik membutuhkan usaha berkelanjutan, bukan asumsi bahwa sekali dipahami akan otomatis bertahan selamanya.
Tafsiran
Kisah anonim ini (sengaja tanpa identifikasi personal dalam teks) menjadi peringatan universal: tanda-tanda ilahi yang pernah dianugerahkan bisa dilepaskan begitu saja, membuka jalan bagi kesesatan meski pengetahuan sempat dimiliki.
Renungan dan Hikmah
- Allah menceritakan orang ini tanpa menyebut namanya sekali pun. Ia dikenali dari apa yang terjadi padanya. Kisah tanpa nama tidak bisa dibaca sebagai cerita tentang orang lain, sebab tak ada nama yang bisa dipakai untuk menjauhkannya dari diri sendiri.
- Kata yang dipakai ia melepaskan diri darinya. Bukan kehilangan, bukan dicabut. Yang digambarkan gerakan yang dikerjakan sendiri, dan itu jenis kehilangan yang paling sulit dijelaskan sesudahnya.
- Urutannya jelas: ia melepaskan lebih dahulu, baru setan mengikutinya. Bukan sebaliknya. Allah menyusunnya begitu, sehingga yang membuka pintu dan yang masuk lewat pintu itu tidak tertukar tempatnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.