وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ ۚ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Seandainya Kami menghendaki, niscaya Kami tinggikan ia dengannya, tetapi ia cenderung kepada bumi dan mengikuti hawa nafsunya. Maka perumpamaannya seperti anjing: jika engkau menghalaunya, ia menjulurkan lidahnya, atau jika engkau membiarkannya, ia menjulurkan lidahnya. Demikian itu perumpamaan kaum yang mendustakan tanda-tanda Kami. Maka ceritakanlah kisah itu, agar mereka berpikir.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُwa-law shi'naa la-rafa'naahu bihaa wa-laakinnahu akhlada ilaa l-ardi wa-ttaba'a hawaahuseandainya Kami menghendaki, niscaya Kami tinggikan ia dengannya, tetapi ia cenderung kepada bumi dan mengikuti hawa nafsunya
  2. فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْfa-matsaluhu ka-matsali l-kalbi in tahmil alayhi yalhats aw tatrukhu yalhatsmaka perumpamaannya seperti anjing, jika engkau menghalaunya, ia menjulurkan lidahnya, atau jika engkau membiarkannya, ia menjulurkan lidahnya
  3. ذَٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَاdzaalika matsalu l-qawmi lladziina kadzdzabuu bi-aayaatinaademikian itu perumpamaan kaum yang mendustakan tanda-tanda Kami
  4. فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَfa-qsusi l-qasasa la'allahum yatafakkaruunamaka ceritakanlah kisah itu, agar mereka berpikir
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'And had We willed, We would have raised him thereby; but he clung to the earth and followed his vain desire. So his likeness is as the likeness of a dog: if thou win him over, he pants; or if thou leave him, he pants. That is the likeness of the people who deny Our proofs; so relate thou to them the story, that they might reflect.'

Aplikasi

Perumpamaan anjing yang menjulurkan lidah baik dihalau maupun dibiarkan, gambaran nafsu yang gelisah dan tidak pernah puas apa pun kondisi eksternalnya, karena masalahnya ada di dalam, bukan di luar. Konkretnya: hasrat yang tidak terkendali (terhadap kekayaan, pengakuan, kesenangan) sering tidak mereda apa pun keadaan eksternalnya, 'diberi lebih' atau 'ditahan' sama-sama menghasilkan kegelisahan yang sama jika akarnya adalah nafsu yang tidak dikelola dari dalam, bukan kekurangan dari luar.