مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Siapa yang Allah beri petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk; dan siapa yang Allah sesatkan, merekalah orang-orang yang rugi.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِيman yahdi llaahu fa-huwa l-muhtadiisiapa yang Allah beri petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk
  2. وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَwa-man yudlil fa-ulaa'ika humu l-khaasiruunadan siapa yang Allah sesatkan, merekalah orang-orang yang rugi
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar h-d-y, a-l-h, d-l-l, kh-s-r): yahdi diterjemahkan 'memberi petunjuk' (akar h-d-y HDY); yudlil diterjemahkan 'menyesatkan' (akar d-l-l putaran 78: idlaal dibatasi teks lewat urutan+sasaran); muhtadii diterjemahkan 'mendapat petunjuk'. Selaras.

Aplikasi

Formula sederhana: petunjuk membawa pada keadaan terpandu, kesesatan membawa pada kerugian, hubungan sebab-akibat yang lugas tanpa jalan tengah ambigu. Konkretnya: kejernihan tentang hubungan sebab-akibat antara arah yang diambil dan hasil yang didapat (bukan hasil yang terpisah dari arah) membantu menilai pilihan hidup dengan lebih jujur, hasil akhir bukan misteri acak, melainkan konsekuensi logis dari arah yang dipilih sepanjang jalan.