وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan banyak dari kalangan jin dan manusia untuk Jahanam. Mereka memiliki hati yang tidak mereka pergunakan untuk memahami, dan memiliki mata yang tidak mereka pergunakan untuk melihat, serta memiliki telinga yang tidak mereka pergunakan untuk mendengar. Mereka itu seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِwa-la-qad dzara'naa li-jahannama katsiiran mina l-jinni wa-l-insisungguh Kami benar-benar telah menciptakan banyak dari kalangan jin dan manusia untuk Jahanam
- لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَاlahum quluubun laa yafqahuuna bihaa wa-lahum a'yunun laa yubshiruuna bihaa wa-lahum aadzaanun laa yasma'uuna bihaamereka memiliki hati yang tidak mereka pergunakan untuk memahami, dan memiliki mata yang tidak mereka pergunakan untuk melihat, serta memiliki telinga yang tidak mereka pergunakan untuk mendengar
- أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّulaa'ika ka-l-an'aami bal hum adhallumereka itu seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi
- أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَulaa'ika humu l-ghaafiluunamereka itulah orang-orang yang lengah
Terjemahan per kata (30 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- ذَرَأْنَاdzara'naaKami ciptakan
- لِجَهَنَّمَli-jahannamauntuk Jahanam
- كَثِيرًاkatsiiranbanyak
- مِنَminadari
- الْجِنِّl-jinnijin
- وَالْإِنْسِwa-l-insidan manusia
- لَهُمْlahumbagi mereka
- قُلُوبٌquluubunhati
- لَاlaatidak
- يَفْقَهُونَyafqahuunamereka memahami
- بِهَاbihaadengannya
- وَلَهُمْwa-lahumdan bagi mereka
- أَعْيُنٌa'yununmata
- لَاlaatidak
- يُبْصِرُونَyubshiruunamelihat
- بِهَاbihaadengannya
- وَلَهُمْwa-lahumdan bagi mereka
- آذَانٌaadzaanuntelinga
- لَاlaatidak
- يَسْمَعُونَyasma'uunamendengar
- بِهَاbihaadengannya
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- كَالْأَنْعَامِka-l-an'aamiseperti binatang ternak
- بَلْbalbahkan
- هُمْhummereka
- أَضَلُّadhallulebih sesat
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- هُمُhumumerekalah
- الْغَافِلُونَl-ghaafiluunaorang-orang yang lalai
Inti bacaan
Diagnosis tajam: mereka memiliki hati, mata, dan telinga, tapi 'tidak mereka pergunakan' untuk memahami, melihat, mendengar, masalahnya bukan kekurangan kapasitas, melainkan kegagalan memanfaatkan kapasitas yang sudah dimiliki. Konkretnya: memiliki kemampuan (berpikir kritis, empati, kepekaan) tidak sama dengan benar-benar menggunakannya secara aktif, banyak kegagalan memahami sesuatu bukan karena tidak mampu, melainkan karena kapasitas yang dimiliki tidak benar-benar dilatih dan dipakai secara sadar.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa organ pemahaman (hati, mata, telinga) yang dimiliki namun sengaja tidak difungsikan menempatkan seseorang di bawah tingkat hewan: kesesatan aktif melalui kelalaian, bukan ketidakmampuan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka punya hati, mata, dan telinga, tetapi tidak mempergunakannya. Alatnya lengkap. Yang kurang bukan perangkatnya, melainkan pemakaiannya.
- Allah menyamakan mereka dengan hewan ternak, lalu menyebut mereka lebih sesat. Perbandingannya diperberat. Hewan tak diberi alat itu; yang diberi lalu tak memakai berada di bawahnya.
- Allah menutup dengan menyebut mereka orang-orang yang lalai. Bukan yang jahat. Kata yang dipilih menunjuk pada tidak digunakannya sesuatu, bukan pada disalahgunakannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.