وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan milik Allah nama-nama yang terbaik, maka serulah Dia dengan nama-nama itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang tentang nama-nama-Nya; mereka akan dibalas atas apa yang mereka kerjakan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَاwa-li-llaahi l-asmaa'u l-husnaa fa-d'uuhu bihaadan milik Allah nama-nama yang terbaik, maka serulah Dia dengan nama-nama itu
  2. وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِwa-dzaruu lladziina yulhiduuna fii asmaa'ihidan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang tentang nama-nama-Nya
  3. سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَsa-yujzawna maa kaanuu ya'maluunamereka akan dibalas atas apa yang mereka kerjakan

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
  2. الْأَسْمَاءُl-asmaa'unama-nama
  3. الْحُسْنَىٰl-husnaayang terbaik
  4. فَادْعُوهُfa-d'uuhumaka serulah Dia
  5. بِهَاbihaadengannya
  6. وَذَرُواwa-dzaruudan tinggalkanlah kalian
  7. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  8. يُلْحِدُونَyulhiduunamereka menyimpang
  9. فِيfiiterhadap
  10. أَسْمَائِهِasmaa'ihinama-namanya
  11. سَيُجْزَوْنَsa-yujzawnamereka akan dibalas
  12. مَاmaaapa yang
  13. كَانُواkaanuumereka selalu
  14. يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan

Inti bacaan

'Milik Allah nama-nama yang terbaik. tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang tentang nama-nama-Nya', cara menamai/mendeskripsikan hal-hal fundamental dianggap penting, dan respons terhadap penyimpangan bukan perdebatan tanpa akhir, melainkan menjauh. Konkretnya: ketepatan bahasa dalam mendeskripsikan hal-hal penting (bukan sekadar detail teknis) memengaruhi kejernihan pemahaman, dan saat berhadapan dengan distorsi bahasa yang disengaja demi menyesatkan, menarik diri dari perdebatan yang tidak produktif kadang lebih bijak daripada terus terlibat.

Tafsiran

Penutup pericope besar (7:59-180): setelah rangkaian panjang kisah kebinasaan dan penyimpangan, ayat ini kembali ke prinsip dasar, mengenal dan menyeru Allah dengan nama-nama-Nya yang benar, bukan menyelewengkannya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut nama-nama yang terbaik itu milik-Nya. Bukan sebutan yang disusun orang. Penamaan yang datang dari pemilik namanya sendiri menutup jalan bagi siapa pun untuk menyusun sebutan menurut selera.
  • Yang diperintahkan menyeru dengan nama-nama itu. Bukan sekadar mengetahuinya. Nama yang dihafal tanpa pernah dipakai memanggil berhenti menjadi nama dan berubah menjadi daftar.
  • Allah menyuruh meninggalkan orang-orang yang menyimpang tentang nama-nama-Nya. Bukan meluruskan mereka satu per satu. Perdebatan tentang sebutan bisa habis tanpa ujung, dan yang diperintahkan justru berhenti dari sana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-h, s-m-w, h-s-n, d-'-w, w-dz-r, l-h-d, j-z-y, k-w-n, '-m-l): al-asmaa' al-husnaa diterjemahkan 'nama-nama yang terbaik' (DITERJEMAH, bukan ditransliterasi 'Asmaulhusna' spt terjemahan lain); d'uuhu diterjemahkan 'serulah Dia' (akar d-'-w, di sini seruan kepada Allah); yulhiduun diterjemahkan 'menyimpang' (akar l-h-d). footnote-marker dibuang.