مَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ ۚ وَيَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ
Siapa yang Allah sesatkan, tidak ada pemberi petunjuk baginya; dan Dia membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesewenangan mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَا هَادِيَ لَهُman yudlili llaahu fa-laa haadiya lahusiapa yang Allah sesatkan, tidak ada pemberi petunjuk baginya
- وَيَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَwa-yadzaruhum fii tughyaanihim ya'mahuunadan Dia membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesewenangan mereka
Aplikasi
Istilah spesifik 'tughyaan' (melampaui batas/kesewenangan, berbeda dari sekadar 'sesat') menggambarkan kondisi lebih dari sekadar tersesat, sebuah keadaan aktif melampaui batas yang dibiarkan berlanjut tanpa arah. Konkretnya: ada perbedaan antara sekadar 'belum menemukan arah' dan secara aktif 'melampaui batas secara berulang tanpa kendali', mengenali kapan sebuah pola perilaku sudah bergeser dari sekadar bingung menjadi kesewenangan yang aktif membantu merespons dengan tepat, bukan menyamakan kedua kondisi yang berbeda tingkat keseriusannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar d-l-l, a-l-h, h-d-y, w-dz-r, t-gh-y, '-m-h): yudlil diterjemahkan 'menyesatkan' (akar d-l-l putaran 78); tughyaan diterjemahkan 'kesewenangan (melampaui batas)', akar t-gh-y (putaran 124; BEDA dari dalaal 'sesat'; terjemahan lain menyamakannya 'kesesatan'); ya'mahuun diterjemahkan 'terombang-ambing (bingung)' (akar '-m-h). footnote-marker dibuang.