مَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ ۚ وَيَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

Siapa yang Allah sesatkan, tidak ada pemberi petunjuk baginya; dan Dia membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesewenangan mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَا هَادِيَ لَهُman yudhlili llaahu fa-laa haadiya lahusiapa yang Allah sesatkan, tidak ada pemberi petunjuk baginya
  2. وَيَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَwa-yadzaruhum fii thughyaanihim ya'mahuunadan Dia membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesewenangan mereka

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. مَنْmanorang yang
  2. يُضْلِلِyudhlilimenyesatkan
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. فَلَاfa-laamaka tidak ada
  5. هَادِيَhaadiyapemberi petunjuk
  6. لَهُlahubaginya
  7. وَيَذَرُهُمْwa-yadzaruhumdan Dia membiarkan mereka
  8. فِيfiidalam
  9. طُغْيَانِهِمْthughyaanihimkesewenangan mereka
  10. يَعْمَهُونَya'mahuunaterombang-ambing

Inti bacaan

Istilah spesifik 'tughyaan' (melampaui batas/kesewenangan, berbeda dari sekadar 'sesat') menggambarkan kondisi lebih dari sekadar tersesat, sebuah keadaan aktif melampaui batas yang dibiarkan berlanjut tanpa arah. Konkretnya: ada perbedaan antara sekadar 'belum menemukan arah' dan secara aktif 'melampaui batas secara berulang tanpa kendali', mengenali kapan sebuah pola perilaku sudah bergeser dari sekadar bingung menjadi kesewenangan yang aktif membantu merespons dengan tepat, bukan menyamakan kedua kondisi yang berbeda tingkat keseriusannya.

Tafsiran

Ayat ini menutup topik kesesatan sebelum beralih ke pertanyaan tentang hari Kiamat, pola berulang: kesesatan sebagai pembiaran, bukan paksaan aktif.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut siapa yang Dia sesatkan tidak ada pemberi petunjuk baginya. Tak ada pihak lain. Yang menutup satu pintu adalah juga satu-satunya yang bisa membukanya.
  • Allah menyebut Dia membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesewenangan mereka. Bukan menghentikan. Yang menyulitkan bukan dilarang bergerak, melainkan bergerak tanpa arah.
  • Allah menyebut mereka terombang-ambing di dalam kesewenangan mereka sendiri. Bukan di tempat asing. Yang menyesatkan mereka adalah hal yang mereka bangun sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-l-l, a-l-h, h-d-y, w-dz-r, t-gh-y, '-m-h): yudlil diterjemahkan 'menyesatkan' (akar d-l-l putaran 78); tughyaan diterjemahkan 'kesewenangan (melampaui batas)', akar t-gh-y (putaran 124; BEDA dari dalaal 'sesat'; terjemahan lain menyamakannya 'kesesatan'); ya'mahuun diterjemahkan 'terombang-ambing (bingung)' (akar '-m-h). footnote-marker dibuang.