قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Katakanlah, “Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki. Seandainya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku akan berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya, dan bahaya tidak akan menimpaku. Aku hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi kaum yang beriman.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُqul laa amliku li-nafsii naf'an wa-laa dharran illaa maa syaa'a llaahukatakanlah, aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki
- وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُwa-law kuntu a'lamu l-ghayba la-staktsartu mina l-khayri wa-maa massaniya s-suu'useandainya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku akan berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya, dan bahaya tidak akan menimpaku
- إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَin anaa illaa nadziirun wa-basyiirun li-qawmin yu'minuunaaku hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi kaum yang beriman
Terjemahan per kata (28 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- لَاlaatidak
- أَمْلِكُamlikuaku memiliki
- لِنَفْسِيli-nafsiibagi diriku
- نَفْعًاnaf'anmanfaat
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- ضَرًّاdharranmudarat
- إِلَّاillaakecuali
- مَاmaaapa yang
- شَاءَsyaa'amenghendaki
- اللَّهُllaahuAllah
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- كُنْتُkuntuaku adalah
- أَعْلَمُa'lamuaku mengetahui
- الْغَيْبَl-ghaybayang gaib
- لَاسْتَكْثَرْتُla-staktsartusungguh aku akan memperbanyak
- مِنَminadari
- الْخَيْرِl-khayrikebaikan
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- مَسَّنِيَmassaniyamenimpaku
- السُّوءُs-suu'ukeburukan
- إِنْinjika
- أَنَاanaaaku
- إِلَّاillaakecuali
- نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
- وَبَشِيرٌwa-basyiirundan pembawa kabar gembira
- لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
- يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
Inti bacaan
Pengakuan luar biasa dari Nabi sendiri: 'aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku sendiri, kecuali apa yang Allah kehendaki', bahkan untuk dirinya sendiri, bukan hanya orang lain, agensinya diakui terbatas. Konkretnya: kerendahan hati sejati mencakup pengakuan terbatasnya kendali bahkan atas nasib diri sendiri (bukan hanya atas orang lain), mengakui keterbatasan personal ini secara terbuka (bukan mengklaim kendali penuh atas hidup sendiri) adalah kejujuran yang lebih matang daripada citra diri yang berlebihan.
Tafsiran
Pengakuan tegas keterbatasan: bahkan pembawa peringatan tidak mengetahui yang gaib atau mengendalikan nasibnya sendiri, kekuasaan penuh tetap di tangan Allah semata.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh menyatakan ia tak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri. Bukan bagi orang lain. Yang disangkal dimulai dari yang paling dekat, dan itu menutup semua tuntutan yang lebih jauh.
- Allah menyisipkan kecuali apa yang Dia kehendaki. Penyangkalan itu diberi batas. Yang ditolak bukan adanya kemampuan, melainkan bahwa kemampuan itu miliknya sendiri.
- Bukti yang dipakai: seandainya ia tahu yang gaib, ia akan memperbanyak kebajikan dan luput dari bahaya. Ukurannya hidupnya sendiri. Yang bisa diperiksa siapa pun bahwa ia pun tertimpa hal yang tak diduga.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).