أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۗ قُلِ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنْظِرُونِ

Apakah mereka mempunyai kaki untuk berjalan? Ataukah mereka mempunyai tangan untuk memegang dengan keras? Ataukah mereka mempunyai mata untuk melihat? Ataukah mereka mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah, “Panggillah sekutu-sekutu kalian, kemudian lakukanlah tipu daya terhadapku, dan jangan kalian tunda lagi.”

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَاa-lahum arjulun yamsyuuna bihaaapakah mereka mempunyai kaki untuk berjalan dengannya
  2. أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَاam lahum aydin yabthisyuuna bihaaataukah mereka mempunyai tangan untuk memegang dengan keras dengannya
  3. أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَاam lahum a'yunun yubshiruuna bihaaataukah mereka mempunyai mata untuk melihat dengannya
  4. أَمْ لَهُمْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَاam lahum aadzaanun yasma'uuna bihaaataukah mereka mempunyai telinga untuk mendengar dengannya
  5. قُلِ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنْظِرُونِquli d'uu syurakaa'akum tsumma kiiduuni fa-laa tunzhiruunikatakanlah, panggillah sekutu-sekutu kalian, kemudian lakukanlah tipu daya terhadapku, dan jangan kalian tunda lagi

Terjemahan per kata (26 kata)

  1. أَلَهُمْa-lahumapakah bagi mereka
  2. أَرْجُلٌarjulunkaki
  3. يَمْشُونَyamsyuunamereka berjalan
  4. بِهَاbihaadengannya
  5. أَمْamatau
  6. لَهُمْlahumbagi mereka
  7. أَيْدٍaydintangan
  8. يَبْطِشُونَyabthisyuunamereka memegang
  9. بِهَاbihaadengannya
  10. أَمْamatau
  11. لَهُمْlahumbagi mereka
  12. أَعْيُنٌa'yununmata
  13. يُبْصِرُونَyubshiruunamelihat
  14. بِهَاbihaadengannya
  15. أَمْamatau
  16. لَهُمْlahumbagi mereka
  17. آذَانٌaadzaanuntelinga
  18. يَسْمَعُونَyasma'uunamendengar
  19. بِهَاbihaadengannya
  20. قُلِqulikatakanlah
  21. ادْعُواd'uuberdoalah kalian
  22. شُرَكَاءَكُمْsyurakaa'akumsekutu-sekutu kalian
  23. ثُمَّtsummakemudian
  24. كِيدُونِkiiduunitipulah aku
  25. فَلَاfa-laamaka janganlah
  26. تُنْظِرُونِtunzhiruunikalian memberiku tangguh

Inti bacaan

Tantangan terbuka dan percaya diri: 'lakukanlah tipu daya untuk mencelakakanku dan jangan kalian tunda lagi', kesediaan diuji secara terbuka tanpa rasa takut adalah tanda keyakinan yang genuine, bukan kesombongan kosong. Konkretnya: kesediaan membiarkan klaim atau posisi sendiri diuji secara terbuka (tanpa menunda atau menghindar) adalah tanda keyakinan yang sungguh-sungguh, sebaliknya, menghindari pengujian terbuka terhadap klaim sendiri sering menandakan keraguan tersembunyi tentang keabsahannya.

Tafsiran

Rangkaian pertanyaan retoris tentang anggota tubuh menyingkap kekosongan total objek sembahan: tantangan terakhir untuk membuktikan daya mereka sekaligus tantangan bagi kekuatan jahat mana pun untuk mencelakakan sang penyeru tauhid, tanpa rasa takut sedikit pun.

Renungan dan Hikmah

  • Allah bertanya empat kali berturut-turut tentang kaki, tangan, mata, dan telinga. Semuanya hal paling dasar. Yang diperiksa bukan kekuatan luar biasa, melainkan perlengkapan yang dimiliki setiap orang yang menyembahnya.
  • Sesudah empat pertanyaan itu, yang diperintahkan justru mempersilakan mereka memanggil sekutu-sekutunya dan melakukan tipu daya. Tantangannya dibuka lebar. Orang yang mempersilakan lawannya mengerahkan segalanya sedang mengatakan sesuatu tanpa perlu menambah kalimat.
  • Allah menyuruh menambahkan agar mereka tidak menunda. Bukan cuma dipersilakan, melainkan diminta segera. Penundaan yang biasanya menyembunyikan ketidakmampuan ditutup lebih dahulu di kalimat yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.