وَإِذَا لَمْ تَأْتِهِمْ بِآيَةٍ قَالُوا لَوْلَا اجْتَبَيْتَهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا أَتَّبِعُ مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ مِنْ رَبِّي ۚ هَٰذَا بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Dan jika engkau tidak membawakan suatu tanda kepada mereka, mereka berkata, “Mengapa tidak engkau buat sendiri tanda itu?” Katakanlah, “Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Ini adalah tanda-tanda yang nyata dari Tuhan kalian, petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang beriman.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذَا لَمْ تَأْتِهِمْ بِآيَةٍ قَالُوا لَوْلَا اجْتَبَيْتَهَاwa-idzaa lam ta'tihim bi-aayatin qaaluu lawlaa jtabaytahaadan jika engkau tidak membawakan suatu tanda kepada mereka, mereka berkata, mengapa tidak engkau buat sendiri tanda itu
- قُلْ إِنَّمَا أَتَّبِعُ مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ مِنْ رَبِّيqul innamaa attabi'u maa yuuhaa ilayya min rabbiikatakanlah, sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku
- هَٰذَا بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَhaadzaa bashaa'iru min rabbikum wa-hudan wa-rahmatun li-qawmin yu'minuunaini adalah tanda-tanda yang nyata dari Tuhan kalian, petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang beriman
Terjemahan per kata (23 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- لَمْlamtidak
- تَأْتِهِمْta'tihimdatang kepada mereka
- بِآيَةٍbi-aayatindengan tanda
- قَالُواqaaluumereka berkata
- لَوْلَاlawlaamengapa tidak
- اجْتَبَيْتَهَاjtabaytahaaengkau memilihnya
- قُلْqulkatakanlah
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- أَتَّبِعُattabi'uaku mengikuti
- مَاmaaapa yang
- يُوحَىٰyuuhaadiwahyukan
- إِلَيَّilayyakepadaku
- مِنْmindari
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- هَٰذَاhaadzaaini
- بَصَائِرُbashaa'irupedoman
- مِنْmindari
- رَبِّكُمْrabbikumTuhan kalian
- وَهُدًىwa-hudandan petunjuk
- وَرَحْمَةٌwa-rahmatundan rahmat
- لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
- يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
Inti bacaan
Menghadapi tuntutan 'buat sendiri tanda itu' (fabrikasi konten sesuai keinginan audiens), respons Nabi menolak tegas: 'aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku'. Konkretnya: menolak memanipulasi atau membuat-buat sesuatu hanya untuk memuaskan tuntutan audiens yang tidak sabar adalah integritas yang perlu dipertahankan, kesetiaan pada sumber/kebenaran yang otentik lebih penting daripada memuaskan ekspektasi sesaat, meski itu berarti kehilangan popularitas jangka pendek.
Tafsiran
Tuntutan bukti sesuka hati dijawab dengan penegasan batas kewenangan: bukan pembuat tanda, melainkan pengikut wahyu, otoritas revelasi itu sendiri sudah menjadi bukti, petunjuk, dan rahmat.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam mereka menuntut agar ia membuat sendiri tanda itu. Seolah bisa dikarang. Yang mereka bayangkan bukan wahyu, melainkan pertunjukan yang disiapkan.
- Jawaban yang Allah perintahkan: aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan. Kewenangannya disangkal. Yang menyampaikan mengakui sendiri bahwa ia tak menguasai isinya.
- Ia menyebut yang dibawanya sebagai bukti-bukti dari Tuhan kalian, petunjuk, dan rahmat. Tiga sebutan. Yang mereka anggap kurang sudah lebih dari yang mereka minta.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.