إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ ۩

Sesungguhnya mereka yang ada di sisi Tuhanmu tidak menyombongkan diri dari ibadah kepada-Nya, dan mereka menyucikan-Nya. Dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَinna lladziina 'inda rabbika laa yastakbiruuna 'an 'ibaadatihi wa-yusabbihuunahu wa-lahu yasjuduunasesungguhnya mereka yang ada di sisi Tuhanmu tidak menyombongkan diri dari ibadah kepada-Nya, dan mereka menyucikan-Nya, dan hanya kepada-Nya mereka bersujud

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. عِنْدَ'indadi sisi
  4. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  5. لَاlaatidak
  6. يَسْتَكْبِرُونَyastakbiruunamereka menyombongkan diri
  7. عَنْ'andari
  8. عِبَادَتِهِ'ibaadatihipengabdian kepada-Nya
  9. وَيُسَبِّحُونَهُwa-yusabbihuunahudan mereka bertasbih kepada-Nya
  10. وَلَهُwa-lahudan bagi-Nya
  11. يَسْجُدُونَyasjuduunamereka bersujud

Inti bacaan

Penutup Al-A'raf: bahkan malaikat 'yang ada di sisi Tuhanmu tidak menyombongkan diri dari ibadah kepada-Nya', kerendahan hati dipraktikkan oleh makhluk dengan kedudukan setinggi apa pun. Konkretnya: tidak ada posisi atau pencapaian setinggi apa pun yang membenarkan seseorang merasa 'terlalu tinggi' untuk tetap rendah hati dan menjalankan kewajiban dasar, kerendahan hati bukan hanya untuk yang berkedudukan rendah, melainkan kualitas yang secara khusus dicontohkan justru oleh yang berkedudukan paling tinggi.

Tafsiran

Penutup surah menghadirkan teladan tertinggi: makhluk yang berada paling dekat dengan Tuhan justru paling rendah hati dalam ibadah, kerendahan hati bukan tanda kelemahan, melainkan kedekatan sejati.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka yang berada di sisi-Nya tidak menyombongkan diri dari beribadah kepada-Nya. Yang paling dekat justru yang paling tunduk. Kedekatan tidak melahirkan rasa berhak.
  • Allah menyebut tiga: tidak menyombongkan diri, menyucikan-Nya, dan bersujud. Dari sikap ke ucapan ke gerak. Ketiganya menutup seluruh cara makhluk bisa menghadap.
  • Allah menutup surah sepanjang ini dengan menyebut mereka bersujud. Bukan dengan kesimpulan. Uraian panjang tentang para nabi dan kaum yang menolak berakhir pada satu gerakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif. ⟶ سبح: verba sabbaha di ayat ini TRANSITIF (berobjek langsung; corpus yusabbihuu-hu, 7:206:9:4 PRON objek), beda dari 27 ayat lain yang memakai bentuk li- (mis. 57:1 sabbaha li-llaahi, intransitif). Karena 'bertasbih' dalam bahasa Indonesia INTRANSITIF (bertasbih kepada, tak bisa berobjek langsung), terjemahan di sini terpaksa berbeda: 'mereka menyucikan-Nya'. Ini kendala TATA BAHASA, bukan pelunakan makna, konvensi verba sabbaha diterjemahkan 'bertasbih' (putusan doksologi) tetap berlaku di 27 ayat intransitif; nomina subhaan diterjemahkan 'Mahasuci' (23/23). Ditemukan lewat detektor penyimpangan-terisolasi, lalu diverifikasi ke sintaksis corpus.