إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ ۩

Sesungguhnya mereka yang ada di sisi Tuhanmu tidak menyombongkan diri dari ibadah kepada-Nya, dan mereka menyucikan-Nya. Dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَinna lladziina inda rabbika laa yastakbiruuna an ibaadatihi wa-yusabbihuunahu wa-lahu yasjuduunasesungguhnya mereka yang ada di sisi Tuhanmu tidak menyombongkan diri dari ibadah kepada-Nya, dan mereka menyucikan-Nya, dan hanya kepada-Nya mereka bersujud
Aplikasi

Penutup Al-A'raf: bahkan malaikat 'yang ada di sisi Tuhanmu tidak menyombongkan diri dari ibadah kepada-Nya', kerendahan hati dipraktikkan oleh makhluk dengan kedudukan setinggi apa pun. Konkretnya: tidak ada posisi atau pencapaian setinggi apa pun yang membenarkan seseorang merasa 'terlalu tinggi' untuk tetap rendah hati dan menjalankan kewajiban dasar, kerendahan hati bukan hanya untuk yang berkedudukan rendah, melainkan kualitas yang secara khusus dicontohkan justru oleh yang berkedudukan paling tinggi.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) passthrough; per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan pending. Lih.. of saghiir, but see azhiim'; keluarga memuat 'the greatest, or oldest, ancestor' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif. ⟶ سبح: verba sabbaha di ayat ini (berobjek langsung; corpus yusabbihuu-, 7:206:9:4 PRON objek), beda dari 27 ayat lain yang memakai bentuk *li-* (mis. 57:1 *sabbaha -llaahi*, intransitif). Karena 'bertasbih' dalam bahasa Indonesia INTRANSITIF (bertasbih, tak bisa berobjek langsung), rendering di sini terpaksa berbeda: 'mereka menyucikan-Nya'. Ini kendala TATA BAHASA, bukan pelunakan makna, konvensi verba sabbaha diterjemahkan 'bertasbih' (putusan doksologi 18 Jul) tetap berlaku di 27 ayat intransitif; nomina subhaan diterjemahkan 'Mahasuci' (23/23). Ditemukan lewat detektor penyimpangan-terisolasi, lalu diverifikasi ke sintaksis corpus (18 Jul). ⚠ Pilihan kata untuk kasus transitif ini (menyucikan vs alternatif yang mempertahankan keluarga tasbih) = keputusan terbuka Pak FD.