إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut Allah, gemetar hati mereka, dan jika dibacakan tanda-tanda-Nya kepada mereka, bertambah iman mereka, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakal,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَinnamaa l-mu'minuuna lladziina idzaa dzukira llaahu wajilat quluubuhum wa-idzaa tuliyat alayhim aayaatuhu zaadatsum iimaanan wa-alaa rabbihim yatawakkaluunasesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut Allah, gemetar hati mereka, dan jika dibacakan tanda-tanda-Nya kepada mereka, bertambah iman mereka, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakal
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'The believers are but those who when God is remembered, their hearts are afraid, and when His proofs are recited to them, it increases them in faith, and in their Lord they place their trust,'

Aplikasi

Iman digambarkan sebagai kondisi yang HIDUP dan RESPONSIF, hati bergetar saat nama Allah disebut, iman bertambah saat mendengar tanda-Nya, bukan status statis yang sekali diklaim lalu selesai. Konkretnya: keyakinan yang genuine biasanya menunjukkan respons emosional dan kognitif yang hidup terhadap pengingat-pengingat penting (bukan ketidakpedulian yang datar), memeriksa apakah diri sendiri masih benar-benar 'tergerak' oleh nilai-nilai yang dipegang, atau sudah menjadi rutinitas kosong tanpa respons batin, adalah pemeriksaan jujur yang berguna.