يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian bertemu orang-orang yang kufur yang sedang menyerang maju, maka janganlah kalian berbalik membelakangi mereka.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَyaa ayyuhaa lladziina aamanuu idzaa laqiitumu lladziina kafaruu zahfan fa-laa tuwalluuhumu l-adbaarawahai orang-orang yang beriman, apabila kalian bertemu orang-orang yang kufur yang sedang menyerang maju, maka janganlah kalian berbalik membelakangi mereka
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-m-n, l-q-y, k-f-r, z-h-f, w-l-y, d-b-r): laqiitum diterjemahkan 'bertemu' (akar l-q-y); zahfan diterjemahkan 'menyerang maju (berbondong)' (akar z-h-f); tuwalluuhum al-adbaar diterjemahkan 'berbalik membelakangi' (akar w-l-y + akar d-b-r). gloss '(mundur)' dibuang.

Aplikasi

Prinsip menjaga posisi dan komitmen saat menghadapi tekanan berat ('janganlah kalian berbalik membelakangi') menegaskan pentingnya tidak melarikan diri dari tanggung jawab di momen paling kritis. Konkretnya: dalam menghadapi tantangan besar yang sudah menjadi komitmen bersama, meninggalkan posisi begitu saja karena panik (bukan karena pertimbangan strategis yang matang) adalah kegagalan menjaga komitmen, membedakan antara mundur strategis yang dipikirkan matang dan lari karena panik adalah kejelasan yang penting dijaga.