يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ
Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian bertemu orang-orang yang kufur yang sedang menyerang maju, maka janganlah kalian berbalik membelakangi mereka.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَyaa ayyuhaa lladziina aamanuu idzaa laqiitumu lladziina kafaruu zahfan fa-laa tuwalluuhumu l-adbaarawahai orang-orang yang beriman, apabila kalian bertemu orang-orang yang kufur yang sedang menyerang maju, maka janganlah kalian berbalik membelakangi mereka
Terjemahan per kata (12 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- إِذَاidzaaapabila
- لَقِيتُمُlaqiitumukalian bertemu
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- زَحْفًاzahfanberbaris maju
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- تُوَلُّوهُمُtuwalluuhumukalian membelakangi mereka
- الْأَدْبَارَl-adbaarapunggung
Inti bacaan
Prinsip menjaga posisi dan komitmen saat menghadapi tekanan berat ('janganlah kalian berbalik membelakangi') menegaskan pentingnya tidak melarikan diri dari tanggung jawab di momen paling kritis. Konkretnya: dalam menghadapi tantangan besar yang sudah menjadi komitmen bersama, meninggalkan posisi begitu saja karena panik (bukan karena pertimbangan strategis yang matang) adalah kegagalan menjaga komitmen, membedakan antara mundur strategis yang dipikirkan matang dan lari karena panik adalah kejelasan yang penting dijaga.
Penjelasan pilihan kata
'kafaruu'→'yang kufur' sudah konsisten sejak draf.
Tafsiran
Perintah tegas larangan mundur dalam pertempuran: konteks langsung pasca-janji pertolongan ilahi (8:9-12), menegaskan bahwa keteguhan di medan perang adalah bagian dari kepercayaan kepada janji itu.
Renungan dan Hikmah
- Larangan itu berlaku pada keadaan tertentu: ketika mereka sedang menyerang maju. Bukan sepanjang waktu. Allah memasang keadaannya lebih dahulu, sehingga perintahnya tidak terbaca sebagai aturan yang berlaku di mana saja.
- Kata yang dipakai Allah berbalik membelakangi. Bukan mundur atau berpindah. Yang digambarkan gerakan tubuh yang paling menyerah, dan gambaran itu lebih menentukan daripada istilah siasat mana pun.
- Perintah keras ini dibuka dengan menyapa mereka wahai orang-orang yang beriman. Bukan dengan teguran. Yang diminta sesuatu yang berat, dan yang menyampaikannya memanggil mereka dengan sebutan yang mereka pilih sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-m-n, l-q-y, k-f-r, z-h-f, w-l-y, d-b-r): laqiitum diterjemahkan 'bertemu' (akar l-q-y); zahfan diterjemahkan 'menyerang maju (berbondong)' (akar z-h-f); tuwalluuhum al-adbaar diterjemahkan 'berbalik membelakangi' (akar w-l-y + akar d-b-r). gloss '(mundur)' dibuang.