وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Dan siapa yang berbalik membelakangi mereka pada hari itu, kecuali berbelok untuk perang atau bergabung ke pasukan lain, maka sungguh ia kembali membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya adalah Jahanam; dan itu seburuk-buruk tempat kembali.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُwa-man yuwallihim yawma'idzin duburahu illaa mutaharrifan li-qitaalin aw mutahayyizan ilaa fi'atin fa-qad baa'a bi-ghadhabin mina llaahi wa-ma'waahu jahannamudan siapa yang berbalik membelakangi mereka pada hari itu, kecuali berbelok untuk perang atau bergabung ke pasukan lain, maka sungguh ia kembali membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya adalah Jahanam
  2. وَبِئْسَ الْمَصِيرُwa-bi'sa l-mashiirudan itu seburuk-buruk tempat kembali

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. وَمَنْwa-mandan orang yang
  2. يُوَلِّهِمْyuwallihimmembelakangi mereka
  3. يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
  4. دُبُرَهُduburahupunggungnya
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. مُتَحَرِّفًاmutaharrifanyang mengatur siasat
  7. لِقِتَالٍli-qitaalinuntuk berperang
  8. أَوْawatau
  9. مُتَحَيِّزًاmutahayyizanyang menggabungkan diri
  10. إِلَىٰilaake
  11. فِئَةٍfi'atingolongan
  12. فَقَدْfa-qadmaka sungguh
  13. بَاءَbaa'akembali
  14. بِغَضَبٍbi-ghadhabindengan kemurkaan
  15. مِنَminadari
  16. اللَّهِllaahiAllah
  17. وَمَأْوَاهُwa-ma'waahudan tempat tinggalnya
  18. جَهَنَّمُjahannamuJahanam
  19. وَبِئْسَwa-bi'sadan seburuk-buruk
  20. الْمَصِيرُl-mashiirutempat kembali

Inti bacaan

Pengecualian eksplisit disebutkan untuk mundur, 'kecuali berbelok untuk perang atau bergabung ke pasukan lain', menunjukkan bahwa yang dikritik bukan mundur itu sendiri, melainkan mundur tanpa alasan strategis yang jelas. Konkretnya: prinsip ini bisa diterapkan luas, mundur atau berhenti dari sebuah komitmen bisa dibenarkan jika didasari pertimbangan matang (reposisi strategis, bergabung dengan dukungan lain), tapi menjadi masalah serius jika semata didorong panik tanpa pertimbangan, kejelasan tentang alasan di balik keputusan mundur menentukan apakah itu bijak atau bentuk pelarian.

Penjelasan pilihan kata

'Jahanam' dipertahankan transliterasi (nama diri eksplisit).

Tafsiran

Larangan mundur (8:15) dipertegas dengan konsekuensi berat, namun disertai dua pengecualian taktis yang sah: strategi militer bukan pengecualian dari perintah, melainkan bagian dari pemahamannya yang utuh.

Renungan dan Hikmah

  • Dua pengecualian disebut Allah di dalam kalimat larangannya sendiri, bukan di ayat lain. Siasat bukan celah yang ditemukan orang belakangan. Sebuah aturan yang menyebutkan sendiri batasnya jauh lebih sulit dipakai untuk menghakimi sembarangan.
  • Langkah kakinya sama: mundur. Yang membedakan ke mana ia menuju sesudahnya. Perbuatan yang tampak persis serupa dari luar bisa berdiri di dua tempat yang berjauhan sekali, dan yang menentukan bukan bagian yang terlihat.
  • Kata yang dipakai kembali membawa kemurkaan dari Allah. Ia pulang, tetapi ada yang ikut pulang bersamanya. Yang selamat dari bahaya hari itu ternyata tidak selalu pulang dengan tangan kosong.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-l-y, d-b-r, h-r-f, q-t-l, h-w-z, f-a-y, b-w-a, gh-d-b, a-l-h, a-w-y, b-a-s, s-y-r): mutaharrifan li-qitaal diterjemahkan 'berbelok untuk (siasat) perang' (akar h-r-f); mutahayyizan ilaa fi'ah diterjemahkan 'bergabung ke pasukan' (akar h-y-z); baa'a bi-ghadab diterjemahkan 'kembali membawa kemurkaan' (akar b-w-'); masiir diterjemahkan 'tempat kembali'. gloss '(siasat)/(itulah)' dibuang.