يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kalian berpaling dari-Nya, padahal kalian mendengar.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَyaa ayyuhaa lladziina aamanuu athii'uu llaaha wa-rasuulahu wa-laa tawallaw 'anhu wa-antum tasma'uunawahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kalian berpaling dari-Nya, padahal kalian mendengar

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. أَطِيعُواathii'uutaatilah
  6. اللَّهَllaahaAllah
  7. وَرَسُولَهُwa-rasuulahudan Rasul-Nya
  8. وَلَاwa-laadan janganlah
  9. تَوَلَّوْاtawallawmereka berpaling
  10. عَنْهُ'anhudarinya
  11. وَأَنْتُمْwa-antumpadahal kalian
  12. تَسْمَعُونَtasma'uunakalian mendengar

Inti bacaan

Kesalahan yang dikritik secara spesifik adalah berpaling 'padahal kalian mendengar', pengetahuan yang sudah dimiliki namun tetap diabaikan, bukan ketidaktahuan. Konkretnya: mengabaikan sesuatu yang sudah jelas dipahami adalah kesalahan yang lebih serius daripada tidak mengetahuinya sama sekali, kejujuran menghadapi apa yang sudah diketahui (bukan berpura-pura tidak tahu untuk menghindari tanggung jawab bertindak) adalah standar integritas yang ditekankan di sini.

Tafsiran

Beralih kembali menyapa orang-orang beriman: mendengar tanpa taat adalah bentuk keberpalingan yang lebih berat, pengetahuan tanpa kepatuhan bukanlah iman yang utuh.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh taat kepada-Nya dan Rasul-Nya, dan melarang berpaling. Satu positif, satu larangan. Keduanya menjaga hal yang sama dari dua sisi.
  • Frasa padahal kalian mendengar ditambahkan. Bukan tidak tahu. Yang memberatkan bahwa berpalingnya terjadi sesudah suara sampai.
  • Allah menyusulkan larangan menjadi seperti yang berkata kami mendengar padahal tidak. Satu ayat sesudahnya. Kata mendengar dipakai dua kali dengan arti yang berbeda.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.