وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ
Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang berkata, “Kami mendengar,” padahal mereka tidak mendengar.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَwa-laa takuunuu ka-lladziina qaaluu sami'naa wa-hum laa yasma'uunadan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang berkata, kami mendengar, padahal mereka tidak mendengar
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَكُونُواtakuunuukalian menjadi
- كَالَّذِينَka-lladziinaseperti orang-orang yang
- قَالُواqaaluumereka berkata
- سَمِعْنَاsami'naakami mendengar
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يَسْمَعُونَyasma'uunamendengar
Inti bacaan
Kesenjangan antara klaim 'kami mendengarkan' dan kenyataan 'mereka tidak mendengarkan (tidak mengamalkannya)' menyingkap kemunafikan verbal, pengakuan lisan tanpa tindak lanjut nyata. Konkretnya: mengklaim memahami atau setuju pada sesuatu secara lisan tanpa benar-benar mempraktikkannya adalah bentuk ketidakjujuran yang halus, memeriksa apakah klaim mendengarkan/memahami diri sendiri benar-benar tercermin dalam tindakan nyata adalah pemeriksaan diri yang jujur dan penting.
Tafsiran
Kontras tajam antara klaim mendengar dan kenyataan tidak mendengar menjadi cermin bagi orang-orang beriman: pendengaran yang sejati dibuktikan lewat ketaatan, bukan sekadar pengakuan lisan.
Renungan dan Hikmah
- Allah melarang menjadi seperti orang yang berkata kami mendengar padahal tidak. Yang dilarang keadaannya, bukan perbuatannya. Perbedaannya tak terlihat dari luar.
- Kalimat itu memakai kata dengar dua kali dengan arti berbeda. Yang pertama telinga, yang kedua penerimaan. Satu kata dipakai untuk dua hal, dan di situlah selisihnya.
- Allah menaruh larangan ini persis sesudah perintah menaati-Nya dan Rasul-Nya. Berdampingan. Yang paling mungkin menggagalkan ketaatan bukan penolakan, melainkan mendengar setengah hati.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.