وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ
Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang berkata, “Kami mendengar,” padahal mereka tidak mendengar.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَwa-laa takuunuu ka-lladziina qaaluu sami'naa wa-hum laa yasma'uunadan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang berkata, kami mendengar, padahal mereka tidak mendengar
Catatan pilihan kata (ringkas)
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: passthrough terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (probe 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = passthrough (cabang mata-hati didokumentasi). ⚠ Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. Lih.. of dariir'; glos ilahi: 'He who sees all things, both what are apparent and what are occult, WITHOUT ANY ORGAN'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.
Aplikasi
Kesenjangan antara klaim 'kami mendengarkan' dan kenyataan 'mereka tidak mendengarkan (tidak mengamalkannya)' menyingkap kemunafikan verbal, pengakuan lisan tanpa tindak lanjut nyata. Konkretnya: mengklaim memahami atau setuju pada sesuatu secara lisan tanpa benar-benar mempraktikkannya adalah bentuk ketidakjujuran yang halus, memeriksa apakah klaim mendengarkan/memahami diri sendiri benar-benar tercermin dalam tindakan nyata adalah pemeriksaan diri yang jujur dan penting.