إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk melata di sisi Allah adalah yang tuli dan bisu, yang tidak menggunakan akal.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَinna syarra d-dawaabbi 'inda llaahi sh-shummu l-bukmu lladziina laa ya'qiluunasesungguhnya seburuk-buruk makhluk melata di sisi Allah adalah yang tuli dan bisu, yang tidak menggunakan akal

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. شَرَّsyarraseburuk-buruk
  3. الدَّوَابِّd-dawaabbimakhluk melata
  4. عِنْدَ'indadi sisi
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. الصُّمُّsh-shummuorang-orang tuli
  7. الْبُكْمُl-bukmuorang-orang bisu
  8. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  9. لَاlaatidak
  10. يَعْقِلُونَya'qiluunayang mengerti

Inti bacaan

Kategori 'seburuk-buruk makhluk' di sini bukan soal kemampuan indrawi fisik, melainkan kegagalan 'menggunakan akal', kapasitas berpikir yang dimiliki tapi tidak dipakai. Konkretnya: memiliki kecerdasan atau kapasitas berpikir kritis tidak berguna jika tidak benar-benar digunakan secara aktif, kegagalan paling serius bukan kekurangan kemampuan, melainkan kemalasan atau keengganan memakai kemampuan yang sudah dimiliki untuk benar-benar berpikir jernih.

Tafsiran

Ketulian dan kebisuan di sini bersifat metaforis: kemampuan indrawi fisik ada, namun sengaja tidak difungsikan untuk memahami kebenaran, menempatkan mereka lebih rendah dari makhluk lain yang setidaknya bertindak sesuai fitrahnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut seburuk-buruk makhluk melata di sisi-Nya. Bukan seburuk-buruk manusia. Perbandingannya diperluas ke seluruh yang bergerak di bumi.
  • Yang Allah sebut tuli dan bisu. Tak menerima dan tak menyampaikan. Dua arah tertutup sekaligus, padahal alatnya ada.
  • Keterangan terakhirnya mereka tidak menggunakan akal. Bukan tidak punya. Yang dinilai pemakaiannya, dan itu yang membuatnya bisa dipertanggungjawabkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar sh-r-r, d-b-b, '-n-d, a-l-h, s-m-m, b-k-m, '-q-l): dawaabb diterjemahkan 'makhluk melata' (akar d-b-b); summ/bukm diterjemahkan 'tuli/bisu'; laa ya'qiluun diterjemahkan 'tidak menggunakan akal' (akar '-q-l putaran EQL). gloss '(yang bergerak di atas bumi)/(tidak mau mendengar…)' dibuang.