وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَأَسْمَعَهُمْ ۖ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ
Seandainya Allah mengetahui ada kebaikan pada diri mereka, pasti Dia jadikan mereka dapat mendengar. Seandainya Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling dan memang memalingkan diri.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَأَسْمَعَهُمْwa-law 'alima llaahu fiihim khayran la-asma'ahumseandainya Allah mengetahui ada kebaikan pada diri mereka, pasti Dia jadikan mereka dapat mendengar
- وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَwa-law asma'ahum la-tawallaw wa-hum mu'ridhuunaseandainya Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling dan memang memalingkan diri
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- عَلِمَ'alimamengetahui
- اللَّهُllaahuAllah
- فِيهِمْfiihimpada mereka
- خَيْرًاkhayrankebaikan
- لَأَسْمَعَهُمْla-asma'ahumsungguh Dia akan memperdengarkan kepada mereka
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- أَسْمَعَهُمْasma'ahummemperdengarkan kepada mereka
- لَتَوَلَّوْاla-tawallawsungguh mereka akan berpaling
- وَهُمْwa-humdan mereka
- مُعْرِضُونَmu'ridhuunaberpaling menolak
Inti bacaan
Diagnosis tajam: bahkan jika diberi kapasitas mendengar lebih baik, 'niscaya mereka berpaling', masalahnya bukan kapasitas menerima informasi, melainkan orientasi dasar yang sudah tertutup. Konkretnya: menambah informasi atau penjelasan kepada seseorang yang orientasi dasarnya sudah tertutup terhadap perubahan sering tidak membuahkan hasil, mengenali kapan masalahnya adalah disposisi mendasar (bukan kekurangan informasi) membantu menyesuaikan ekspektasi dan energi yang dicurahkan untuk meyakinkan orang lain.
Tafsiran
Ayat ini menyingkap kondisi batin yang lebih dalam daripada sekadar tuli fisik, bahkan jika diberi kemampuan mendengar, sikap penolakan mereka tetap akan berlanjut karena akar masalahnya bukan pada telinga, melainkan pada kehendak.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut seandainya Dia mengetahui ada kebaikan pada mereka, pasti Dia jadikan mereka mendengar. Syaratnya di dalam diri mereka. Kemampuan menerima disebut sebagai buah dari sesuatu yang sudah ada lebih dahulu.
- Allah melanjutkan: seandainya Dia jadikan mereka mendengar pun, mereka berpaling juga. Pengandaiannya bertingkat dua. Yang kurang ternyata bukan pendengaran, dan itu ditunjukkan dengan mengabulkannya dalam bayangan.
- Kata terakhirnya diulang dengan penegasan: berpaling, dan memang memalingkan diri. Bukan kelalaian. Pengulangan itu memindahkan perkaranya dari kekurangan menjadi kehendak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).