يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila ia menyeru kalian pada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kalian! Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dengan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kalian akan dikumpulkan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْyaa ayyuhaa lladziina aamanuu stajiibuu li-llaahi wa-li-r-rasuuli idzaa da'aakum li-maa yuhyiikumwahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila ia menyeru kalian pada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kalian
- وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَwa-'lamuu anna llaaha yahuulu bayna l-mar'i wa-qalbihi wa-annahu ilayhi tuhsyaruunadan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dengan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kalian akan dikumpulkan
Terjemahan per kata (21 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- اسْتَجِيبُواstajiibuupenuhilah kalian
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- وَلِلرَّسُولِwa-li-r-rasuulidan bagi Rasul
- إِذَاidzaaapabila
- دَعَاكُمْda'aakummenyeru kalian
- لِمَاli-maabagi apa yang
- يُحْيِيكُمْyuhyiikumDia menghidupkan kalian
- وَاعْلَمُواwa-'lamuudan ketahuilah kalian
- أَنَّannabahwa
- اللَّهَllaahaAllah
- يَحُولُyahuulumenghalangi
- بَيْنَbaynadi antara
- الْمَرْءِl-mar'iseseorang
- وَقَلْبِهِwa-qalbihidan hatinya
- وَأَنَّهُwa-annahudan sesungguhnya Dia
- إِلَيْهِilayhikepada-Nya
- تُحْشَرُونَtuhsyaruunakalian dikumpulkan
Inti bacaan
Klaim mengejutkan bahwa 'Allah membatasi antara manusia dengan hatinya sendiri', bahkan kondisi batin yang paling pribadi sekalipun tidak sepenuhnya berada dalam kendali penuh diri sendiri. Konkretnya: kesadaran bahwa hati/perasaan sendiri tidak sepenuhnya bisa dikendalikan sesuka hati (tidak bisa dipaksa mencintai atau membenci sesuatu secara instan) adalah kejujuran tentang keterbatasan kendali diri, ini mendorong kerendahan hati terhadap seberapa besar kendali yang sebenarnya dimiliki atas kondisi batin sendiri.
Tafsiran
Peringatan tegas tentang batas kesempatan: Allah dapat menghalangi antara seseorang dan hatinya sendiri, kelambanan merespons seruan yang menghidupkan bisa berujung pada tertutupnya pintu hati itu sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut seruan itu kepada sesuatu yang memberi kehidupan. Bukan kepada kewajiban. Yang diminta dipenuhi digambarkan sebagai pemberian, bukan sebagai beban.
- Allah menyebut Dia membatasi antara manusia dengan hatinya. Bagian yang paling dianggap milik sendiri. Yang terasa paling dikuasai ternyata bukan sepenuhnya di tangan pemiliknya.
- Allah menaruh keterangan itu persis sesudah perintah memenuhi seruan. Ada sebabnya. Kesediaan menjawab hari ini tidak menjamin kesediaan yang sama besok.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).