وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan ingatlah ketika kalian sedikit, tertindas di bumi, kalian takut orang-orang akan menculik kalian, lalu Dia melindungi kalian, dan menguatkan kalian dengan pertolongan-Nya, dan memberi kalian rezeki dari yang baik-baik, agar kalian bersyukur.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَwa-dzkuruu idz antum qaliilun mustadh'afuuna fii l-ardhi takhaafuuna an yatakhaththafakumu n-naasu fa-aawaakum wa-ayyadakum bi-nashrihi wa-razaqakum mina th-thayyibaati la'allakum tasykuruunadan ingatlah ketika kalian sedikit, tertindas di bumi, kalian takut orang-orang akan menculik kalian, lalu Dia melindungi kalian, dan menguatkan kalian dengan pertolongan-Nya, dan memberi kalian rezeki dari yang baik-baik, agar kalian bersyukur

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. وَاذْكُرُواwa-dzkuruudan ingatlah kalian
  2. إِذْidzketika
  3. أَنْتُمْantumkalian
  4. قَلِيلٌqaliilunyang sedikit
  5. مُسْتَضْعَفُونَmustadh'afuunaorang-orang yang ditindas
  6. فِيfiidi
  7. الْأَرْضِl-ardhibumi
  8. تَخَافُونَtakhaafuunakalian takut
  9. أَنْanbahwa
  10. يَتَخَطَّفَكُمُyatakhaththafakumumenculik kalian
  11. النَّاسُn-naasumanusia
  12. فَآوَاكُمْfa-aawaakumlalu Dia melindungi kalian
  13. وَأَيَّدَكُمْwa-ayyadakumdan Dia menguatkan kalian
  14. بِنَصْرِهِbi-nashrihidengan pertolongan-Nya
  15. وَرَزَقَكُمْwa-razaqakumdan Dia memberi kalian rezeki
  16. مِنَminadari
  17. الطَّيِّبَاتِth-thayyibaatiyang baik-baik
  18. لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
  19. تَشْكُرُونَtasykuruunabersyukur

Inti bacaan

Instruksi mengingat masa lemah dan tertindas sebelum diberi kekuatan, 'agar kalian bersyukur', mengaitkan memori kerentanan masa lalu dengan sikap syukur di masa kuat. Konkretnya: mengingat secara sadar masa-masa sulit dan rentan yang pernah dilalui adalah cara efektif menjaga kerendahan hati dan syukur saat sudah berada di posisi lebih kuat/mapan, melupakan asal-usul kerentanan mempermudah munculnya kesombongan yang tidak berdasar.

Tafsiran

Ayat ini mengingatkan pada kondisi rentan sebelumnya (jumlah sedikit dan tertindas), sebagai kontras dengan kekuatan dan kemenangan yang kemudian diberikan, semuanya dinisbatkan kepada pertolongan yang datang bukan dari kekuatan sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh mengingat tiga: kalian sedikit, tertindas, dan takut diculik. Semuanya keadaan lemah. Yang diminta diingat bukan kemenangan, melainkan titik terendahnya.
  • Sesudah itu Dia menyebut tiga pemberian: melindungi, menguatkan dengan pertolongan, dan memberi rezeki. Tiga lawan tiga. Tiap kekurangan tadi dijawab satu per satu.
  • Tujuan yang disebut agar kalian bersyukur. Bukan agar bangga. Perbandingan antara dahulu dan sekarang diarahkan pada satu sikap tertentu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini murni (kamu diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sufiks '-mu' jamak diterjemahkan 'kalian'), kata kunci syukur tak diubah (sisi-hamba sudah selaras). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat). ⟶: gloss identifikasi '(Makkah)' dibuang, identifikasi kota dipikul tanda kurung terjemahan lain, bukan teks (paralel '(ibadah)' haji). Teks berbicara sendiri; pembaca menimbang rujukannya.