وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Dan ingatlah ketika mereka berkata, “Ya Allah, jika ini adalah kebenaran dari sisi-Mu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍwa-idz qaaluu llaahumma in kaana haadzaa huwa l-haqqa min 'indika fa-amthir 'alaynaa hijaaratan mina s-samaa'i awi tinaa bi-'adzaabin aliimindan ingatlah ketika mereka berkata, ya Allah, jika ini adalah kebenaran dari sisi-Mu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih
Terjemahan per kata (19 kata)
- وَإِذْwa-idzdan ketika
- قَالُواqaaluumereka berkata
- اللَّهُمَّllaahummaya Allah
- إِنْinjika
- كَانَkaanaadalah
- هَٰذَاhaadzaaini
- هُوَhuwaia
- الْحَقَّl-haqqakebenaran
- مِنْmindari
- عِنْدِكَ'indikadi sisimu
- فَأَمْطِرْfa-amthirmaka hujanilah
- عَلَيْنَا'alaynaaatas kami
- حِجَارَةًhijaaratanbatu
- مِنَminadari
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- أَوِawiatau
- ائْتِنَاtinaadatangkanlah kepada kami
- بِعَذَابٍbi-'adzaabindengan azab
- أَلِيمٍaliiminyang pedih
Inti bacaan
Tantangan nekat yang dipertaruhkan pada klaim absolut ('jika ini kebenaran, hujanilah kami dengan batu') menunjukkan kepastian diri yang berlebihan tanpa penyelidikan tulus terlebih dahulu. Konkretnya: mempertaruhkan segalanya pada sebuah klaim ekstrem alih-alih melakukan penyelidikan yang tenang dan bertahap adalah pola berisiko yang didorong ego, bukan pencarian kebenaran yang genuine, kesediaan menyelidiki secara bertahap dan terbuka lebih bijak daripada tantangan dramatis yang sebenarnya menghindari proses pertimbangan yang matang.
Penjelasan pilihan kata
'ini' (haadzaa, tanpa -ka) konsisten disiplin demonstratif-dekat.
Tafsiran
Permintaan yang diucapkan sebagai tantangan sekaligus sumpah diri: sebuah taruhan berbahaya yang menunjukkan keyakinan diri berlebihan, bukan kerendahan hati mencari kebenaran.
Renungan dan Hikmah
- Yang mereka minta bukan bukti, melainkan hujan batu atas diri mereka sendiri. Allah merekam permintaan itu apa adanya. Orang yang berani mempertaruhkan keselamatannya biasanya sedang merasa sangat pasti, dan kepastian itu yang justru sedang diuji.
- Kalimat mereka dibuka dengan syarat: jika ini adalah kebenaran dari sisi-Mu. Kemungkinan itu mereka akui ada. Orang yang menyebut sendiri kemungkinan bahwa ia keliru lalu tetap menantang sedang menaruh taruhan yang tidak ia hitung.
- Tantangan itu diucapkan sebagai doa, dibuka dengan menyeru Allah. Mereka berbicara kepada-Nya untuk menolak kebenaran dari-Nya. Susunan itu ganjil, dan keganjilannya menerangkan bahwa yang mereka tolak bukan keberadaan-Nya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-l-h, k-w-n, h-q-q, '-n-d, m-t-r, h-j-r, s-m-w, a-t-y, '-dz-b, a-l-m): al-haqq diterjemahkan 'kebenaran' (akar h-q-q); amtir diterjemahkan 'hujanilah' (akar m-t-r); hijaarah diterjemahkan 'batu'. gloss '(Ingatlah)/(orang-orang musyrik)/(Al-Qur'an)' dibuang.