وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama engkau berada di antara mereka. Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama mereka memohon ampunan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْwa-maa kaana llaahu li-yu'adzdzibahum wa-anta fiihimdan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama engkau berada di antara mereka
  2. وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَwa-maa kaana llaahu mu'adzdzibahum wa-hum yastaghfiruunadan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama mereka memohon ampunan

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. كَانَkaanaadalah
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. لِيُعَذِّبَهُمْli-yu'adzdzibahumagar Dia mengazab mereka
  5. وَأَنْتَwa-antadan engkau
  6. فِيهِمْfiihimpada mereka
  7. وَمَاwa-maadan tidaklah
  8. كَانَkaanaadalah
  9. اللَّهُllaahuAllah
  10. مُعَذِّبَهُمْmu'adzdzibahumyang mengazab mereka
  11. وَهُمْwa-humdan mereka
  12. يَسْتَغْفِرُونَyastaghfiruunamereka memohon ampun

Inti bacaan

Dua faktor pelindung disebutkan eksplisit: kehadiran figur yang baik di tengah komunitas, dan praktik aktif memohon ampunan, keduanya menunda konsekuensi yang seharusnya sudah pantas diterima. Konkretnya: kehadiran figur yang menjaga integritas dalam sebuah komunitas dan praktik introspeksi/koreksi diri yang berkelanjutan (bukan sekadar formalitas) berfungsi sebagai faktor pelindung yang nyata, menjaga kedua hal ini secara aktif (bukan menganggapnya otomatis ada) adalah tanggung jawab berkelanjutan, bukan jaminan permanen tanpa usaha.

Tafsiran

Dua faktor penangguh azab disebutkan berdampingan (kehadiran seorang pembawa risalah di tengah suatu kaum, dan permohonan ampun mereka sendiri), keduanya bersifat sementara dan bersyarat, bukan jaminan mutlak.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua hal yang menahan azab: kehadiran Nabi di antara mereka, dan permohonan ampunan mereka. Dua-duanya. Yang kedua tetap berlaku setelah yang pertama tidak ada lagi.
  • Perlindungan itu Allah berikan kepada orang-orang yang sedang memusuhi. Bukan kepada yang beriman saja. Kehadiran seorang yang baik menaungi juga mereka yang menolaknya.
  • Allah menyebut permohonan ampun sebagai penahan azab. Bukan amal besar. Perbuatan yang paling sederhana dan paling murah ternyata yang paling kuat menahan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ka selama mereka memohon ampunan.…”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'istaghfara' tanpa kata sandang al-. istaghfara diterjemahkan 'memohon ampun'.