وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ اللَّهُ وَهُمْ يَصُدُّونَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَا كَانُوا أَوْلِيَاءَهُ ۚ إِنْ أَوْلِيَاؤُهُ إِلَّا الْمُتَّقُونَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Dan mengapa Allah tidak akan mengazab mereka, padahal mereka menghalangi dari Masjidilharam, dan mereka bukanlah pelindungnya? Pelindungnya hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ اللَّهُ وَهُمْ يَصُدُّونَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَا كَانُوا أَوْلِيَاءَهُwa-maa lahum allaa yu'adzdzibahumu llaahu wa-hum yashudduuna 'ani l-masjidi l-haraami wa-maa kaanuu awliyaa'ahudan mengapa Allah tidak akan mengazab mereka, padahal mereka menghalangi dari Masjidilharam, dan mereka bukanlah pelindungnya
  2. إِنْ أَوْلِيَاؤُهُ إِلَّا الْمُتَّقُونَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَin awliyaa'uhu illaa l-muttaquuna wa-laakinna aktsarahum laa ya'lamuunapelindungnya hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. وَمَاwa-maadan mengapa
  2. لَهُمْlahumbagi mereka
  3. أَلَّاallaatidak
  4. يُعَذِّبَهُمُyu'adzdzibahumumengazab mereka
  5. اللَّهُllaahuAllah
  6. وَهُمْwa-humdan mereka
  7. يَصُدُّونَyashudduunamereka menghalangi
  8. عَنِ'anidari
  9. الْمَسْجِدِl-masjidiMasjid
  10. الْحَرَامِl-haraamiHaram
  11. وَمَاwa-maadan tidaklah
  12. كَانُواkaanuumereka adalah
  13. أَوْلِيَاءَهُawliyaa'ahupara walinya
  14. إِنْinjika
  15. أَوْلِيَاؤُهُawliyaa'uhupara walinya
  16. إِلَّاillaakecuali
  17. الْمُتَّقُونَl-muttaquunaorang-orang yang bertakwa
  18. وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
  19. أَكْثَرَهُمْaktsarahumkebanyakan mereka
  20. لَاlaatidak
  21. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui

Inti bacaan

Kepengurusan sejati atas sesuatu yang suci/berharga ditegaskan bukan soal klaim historis atau kekuasaan formal, 'orang yang berhak menjadi pengurusnya hanyalah orang-orang yang bertakwa'. Konkretnya: legitimasi mengelola atau mewakili sesuatu yang berharga (institusi, warisan, kepercayaan publik) seharusnya didasarkan pada integritas karakter, bukan sekadar klaim kepemilikan atau posisi formal, menilai kelayakan seseorang memegang tanggung jawab penting perlu melihat karakternya, bukan hanya status atau klaimnya.

Tafsiran

Ayat ini membalik klaim kepengurusan mereka atas tempat suci: kelayakan menjadi pelindungnya bukan soal keturunan atau kekuasaan turun-temurun, melainkan takwa, sebuah kriteria yang mereka sendiri tidak penuhi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah bertanya mengapa Dia tidak akan mengazab mereka. Bukan menyatakan akan. Pertanyaan itu memindahkan beban: yang perlu diterangkan justru kalau azab tidak datang.
  • Allah menyangkal kedudukan mereka atas Masjidilharam. Penguasaan tempat tidak sama dengan hak atasnya. Yang menjaga pintu belum tentu yang berhak menutupnya.
  • Allah menyebut pelindungnya hanyalah orang-orang yang bertakwa. Ukurannya sifat, bukan keturunan atau tempat tinggal. Hak atas sesuatu yang suci ditentukan oleh keadaan hati yang memegangnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).