وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً ۚ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

Dan salat mereka di sekitar Rumah itu tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah azab karena kalian selalu kufur.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةًwa-maa kaana salaatuhum inda l-bayti illaa mukaa'an wa-tasdiyatandan salat mereka di sekitar Rumah itu tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan
  2. فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَfa-dzuuquu l-adzaaba bi-maa kuntum takfuruunamaka rasakanlah azab karena kalian selalu kufur
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”. sebagian penerjemah: 'And their duty1 at the house2 is only whistling and clapping, so taste the punishment for what you denied!' Corpus ayat ini: «SalaAtu, tanpa-al». salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar'). ⟶ AYAT-BUKTI (sekelas 24:41). Corpus ayat ini: *salaatuhum* = «SalaAtu+humo, », dengan 41 *salaah* lain di Qur'an, termasuk yang diperintahkan kepada orang beriman. Yang membuatnya menentukan: dan teks menyatakan mereka, lalu memberitahu isinya: *maa kaana salaatuhum inda l-bayti mukaa'an wa-tasdiyah* (partikel pembatas *illaa* = 'tidak lain kecuali'; *mukaa'* ROOT:mkw = siulan; *tasdiyah* ROOT:Sdy = tepuk tangan). bila *salaah* berarti sebuah KOREOGRAFI tertentu (rukuk-sujud dengan bacaan baku), kalimat ini, orang tak bisa berkata 'rukuk-sujud mereka tidak lain kecuali siulan dan tepuk tangan'; yang bersiul-bertepuk justru sedang TIDAK melakukan koreografi itu. Kalimat baru koheren bila *salaah* adalah, dan isi mereka salah. Bandingkan (burung ber-salaah) dari arah lain: yang satu menunjukkan salaah pada makhluk non-manusia, yang ini menunjukkan salaah yang isinya keliru. Keduanya bukti internal murni (QS 4:82), tanpa hadis. ⚠ Ayat ini juga menjelaskan mengapa Qur'an bisa mencela *al-musalliin* (107:4), yang dicela bukan 'orang yang salat' melainkan isi salatnya. ⟶. (sapuan seluruh Qur'an, corpus Leeds 0.4, 20 Jul 2026): frasa idafah ***bayt Allaah* / 'Baitullah' NOL kemunculan**, tak ada kata ber-akar akar b-y-t yang diikuti kata ber-akar الله di seluruh Qur'an. Yang teks pakai justru posesif orang I ** = '' (2:125, 22:26, Allah bersabda); posesif orang II ** = '' (14:37, Ibrahim menyeru); ** takrif = ''; 3:96 ** = 'sebuah rumah'. terjemahan lain 'Baitullah', mengubah (siapa yang berbicara) menjadi. (terverifikasi `quran_db.json` 20 Jul): memelihara, 'house' (2:125, 22:26) · 'inviolable house' (14:37) · 'The set up for mankind' (3:96, tetap tak tentu) · 'the Lord of house' (106:3) · 'the house' (2:127, 2:158, 22:29),.

Aplikasi

Kritik tajam terhadap ritual yang kehilangan substansi, ibadah yang dilakukan hanya berupa 'siulan dan tepuk tangan', gerakan luar tanpa isi batin. Konkretnya: menjalankan ritual atau kebiasaan baik hanya sebagai gerakan mekanis tanpa kehadiran batin yang sungguh-sungguh kehilangan maknanya yang sebenarnya, memeriksa apakah praktik yang dijalani (ibadah, kebiasaan baik lainnya) masih punya substansi batin atau sudah menjadi sekadar formalitas kosong adalah evaluasi diri yang penting dilakukan berkala.