قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ
Katakanlah kepada orang-orang yang kufur, “Jika mereka berhenti, niscaya akan diampuni bagi mereka apa yang telah berlalu. Dan jika mereka kembali, maka sungguh telah berlaku ketetapan orang-orang terdahulu.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَqul li-lladziina kafaruu in yantahuu yughfar lahum maa qad salafa wa-in ya'uuduu fa-qad madhat sunnatu l-awwaliinakatakanlah kepada orang-orang yang kufur, jika mereka berhenti, niscaya akan diampuni bagi mereka apa yang telah berlalu, dan jika mereka kembali, maka sungguh telah berlaku ketetapan orang-orang terdahulu
Terjemahan per kata (16 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- إِنْinjika
- يَنْتَهُواyantahuumereka berhenti
- يُغْفَرْyughfardiampuni
- لَهُمْlahumbagi mereka
- مَاmaaapa yang
- قَدْqadsungguh
- سَلَفَsalafatelah lalu
- وَإِنْwa-indan jika
- يَعُودُواya'uuduumereka kembali
- فَقَدْfa-qadmaka sungguh
- مَضَتْmadhattelah berlalu
- سُنَّتُsunnatusunah
- الْأَوَّلِينَl-awwaliinaorang-orang terdahulu
Inti bacaan
Pintu pengampunan dikaitkan langsung dengan penghentian nyata: 'jika mereka berhenti, niscaya akan diampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu', bukan sekadar penyesalan verbal, melainkan perubahan perilaku aktual yang membuka jalan kembali. Konkretnya: memulihkan hubungan atau memperbaiki kesalahan besar membutuhkan penghentian nyata dari perilaku yang bermasalah (bukan sekadar kata maaf tanpa perubahan), kesediaan benar-benar berhenti adalah syarat yang lebih penting daripada permintaan maaf itu sendiri.
Tafsiran
Pintu ampunan tetap terbuka bagi siapa pun yang berhenti dari sikap menentang, namun pola sejarah (sunnah orang-orang terdahulu) menunjukkan konsekuensi tegas bagi yang kembali pada penentangan setelah peringatan diberikan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut jika mereka berhenti, diampuni apa yang telah berlalu. Yang diminta cuma berhenti. Tidak ada tebusan atau syarat tambahan sebelum pengampunan itu berlaku.
- Yang diampuni Allah sebut apa yang telah berlalu, tanpa pengecualian. Seluruhnya. Tawarannya diberikan justru kepada pihak yang sedang memerangi.
- Allah menutup dengan menyebut ketetapan orang-orang terdahulu telah berlaku. Contohnya sudah ada. Yang menanti bukan hukuman yang baru dirancang, melainkan yang sudah pernah dijalankan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'ghafara' tanpa kata sandang al-. ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').