وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا ۙ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

Dan sekiranya engkau melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kufur, memukul wajah-wajah dan punggung-punggung mereka, “Rasakanlah azab yang membakar!”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُواwa-law taraa idz yatawaffaa lladziina kafaruudan sekiranya engkau melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kufur
  2. الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِl-malaa'ikatu yadhribuuna wujuuhahum wa-adbaarahum wa-dzuuquu 'adzaaba l-hariiqipara malaikat itu memukul wajah-wajah dan punggung-punggung mereka, rasakanlah azab yang membakar

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  2. تَرَىٰtaraaengkau melihat
  3. إِذْidzketika
  4. يَتَوَفَّىyatawaffaamewafatkan
  5. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  6. كَفَرُواkafaruukufur
  7. الْمَلَائِكَةُl-malaa'ikatupara malaikat
  8. يَضْرِبُونَyadhribuunamereka memukul
  9. وُجُوهَهُمْwujuuhahumwajah mereka
  10. وَأَدْبَارَهُمْwa-adbaarahumdan punggung mereka
  11. وَذُوقُواwa-dzuuquudan rasakanlah kalian
  12. عَذَابَ'adzaabaazab
  13. الْحَرِيقِl-hariiqiapi yang membakar

Inti bacaan

Konsekuensi yang digambarkan terkait erat dengan tindakan spesifik yang dilakukan, bukan hukuman sewenang-wenang, melainkan hasil yang mengikuti pola tindakan yang sudah berlangsung. Konkretnya: memahami konsekuensi berat sebagai hasil yang mengikuti pola tindakan tertentu (bukan nasib acak) mendorong kesadaran tentang bagaimana tindakan sekarang membentuk apa yang akan dialami kemudian, pola sebab-akibat ini berlaku dalam skala yang jauh lebih luas daripada konteks spesifik kisah ini.

Penjelasan pilihan kata

Peralihan ke ucapan langsung ditandai pergeseran modus gramatikal ke imperatif (dzuuquu), bukan label eksplisit, konsisten dengan struktural.

Tafsiran

Adegan pencabutan nyawa disertai ucapan langsung para malaikat: kontras dengan gambaran kematian yang tenang bagi orang beriman di ayat-ayat lain, di sini kematian disertai kekerasan fisik dan ucapan penghinaan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah membuka dengan sekiranya engkau melihat, lalu tidak menyelesaikan kalimatnya. Apa yang akan terjadi seandainya melihat tidak pernah disebutkan. Kalimat yang sengaja digantung memaksa pembacanya membayangkan sendiri, dan itu lebih berat daripada diberi tahu.
  • Ucapan para malaikat masuk begitu saja, tanpa kata berkata di depannya. Pembacanya tiba-tiba mendengar suara. Perpindahan mendadak itu menghapus jarak antara orang yang membaca dan peristiwa yang sedang terjadi.
  • Kata yang diucapkan rasakanlah, kata yang biasanya dipakai untuk makanan. Yang disodorkan azab. Allah merekam pilihan kata itu apa adanya, dan kepahitannya terletak persis pada kata yang sehari-hari itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-a-y, w-f-y, k-f-r, m-l-k, d-r-b, w-j-h, d-b-r, dz-w-q, '-dz-b, h-r-q): yatawaffaa diterjemahkan 'mencabut nyawa' (akar w-f-y); yadribuun diterjemahkan 'memukul' (akar d-r-b); wujuuh diterjemahkan 'wajah-wajah' (akar w-j-h WJH, harfiah); hariiq diterjemahkan 'yang membakar' (akar h-r-q). gloss '(dan berkata)/(niscaya engkau saksikan…)' dibuang.