ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Dan sesungguhnya Allah mendengar lagi berilmu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْdzaalika bi-anna llaaha lam yaku mughayyiran ni'matan an'amahaa 'alaa qawmin hattaa yughayyiruu maa bi-anfusihimyang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka
  2. وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌwa-anna llaaha samii'un 'aliimundan sesungguhnya Allah mendengar lagi berilmu

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  2. بِأَنَّbi-annakarena
  3. اللَّهَllaahaAllah
  4. لَمْlamtidak
  5. يَكُyakuadalah
  6. مُغَيِّرًاmughayyiranyang mengubah
  7. نِعْمَةًni'matannikmat
  8. أَنْعَمَهَاan'amahaadianugerahkan-Nya
  9. عَلَىٰ'alaaatas
  10. قَوْمٍqawminkaum
  11. حَتَّىٰhattaasampai
  12. يُغَيِّرُواyughayyiruumereka mengubah
  13. مَاmaaapa yang
  14. بِأَنْفُسِهِمْbi-anfusihimpada diri mereka
  15. وَأَنَّwa-annadan bahwa
  16. اللَّهَllaahaAllah
  17. سَمِيعٌsamii'unmendengar
  18. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Prinsip fundamental: 'Allah tidak akan mengubah suatu nikmat. sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka', perubahan keadaan eksternal (baik naik maupun turun) didahului oleh perubahan internal. Konkretnya: perbaikan kondisi eksternal (keluarga, komunitas, organisasi) secara konsisten membutuhkan perubahan internal terlebih dahulu (nilai, kebiasaan, karakter), mengharapkan perbaikan keadaan tanpa kesediaan mengubah pola pikir dan perilaku dari dalam adalah harapan yang tidak realistis; perubahan sejati dimulai dari dalam, bukan menunggu keadaan berubah lebih dulu.

Penjelasan pilihan kata

'Yang demikian itu' (dzaalika, dengan -ka) konsisten disiplin demonstratif-jauh.

Tafsiran

Prinsip perubahan nasib diletakkan pada inisiatif manusia sendiri: anugerah tidak dicabut sepihak, melainkan berubah mengikuti perubahan yang lebih dulu terjadi pada diri penerimanya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut urutannya dengan jelas: yang berubah lebih dahulu apa yang ada pada diri mereka. Perubahan keadaan menyusul, bukan mendahului. Menunggu keadaan membaik sebelum berubah berarti menunggu di ujung yang salah.
  • Yang disebut bukan nikmat yang belum datang, melainkan yang sudah dianugerahkan. Perkaranya mempertahankan, bukan mendapatkan. Sesuatu yang sudah di tangan memang lebih mudah hilang daripada diperoleh, dan justru itu yang jarang dijaga orang.
  • Sesudah bicara tentang perubahan di dalam diri, Allah menutup dengan menyebut diri-Nya mendengar lagi berilmu. Dua sebutan tentang mengetahui. Perubahan yang dimaksud bukan yang terlihat dari luar, dan yang menilainya memang tidak menilai dari luar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').