كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ ۙ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ ۚ وَكُلٌّ كَانُوا ظَالِمِينَ

Keadaan mereka serupa dengan keadaan pengikut Firaun dan orang-orang sebelum mereka. Mereka mendustakan tanda-tanda Tuhan mereka, maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosa mereka, dan Kami tenggelamkan pengikut Firaun. Dan semuanya adalah orang-orang zalim.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَka-da'bi aali fir'awnakeadaan mereka serupa dengan keadaan pengikut Firaun
  2. وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْwa-lladziina min qablihimdan orang-orang sebelum mereka
  3. كَذَّبُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَkadzdzabuu bi-aayaati rabbihim fa-ahlaknaahum bi-dzunuubihim wa-aghraqnaa aala fir'awnamereka mendustakan tanda-tanda Tuhan mereka, maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosa mereka, dan Kami tenggelamkan pengikut Firaun
  4. وَكُلٌّ كَانُوا ظَالِمِينَwa-kullun kaanuu zhaalimiinadan semuanya adalah orang-orang zalim

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. كَدَأْبِka-da'biseperti kebiasaan
  2. آلِaalikeluarga
  3. فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
  4. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  5. مِنْmindari
  6. قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
  7. كَذَّبُواkadzdzabuumendustakan
  8. بِآيَاتِbi-aayaatipada tanda-tanda
  9. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  10. فَأَهْلَكْنَاهُمْfa-ahlaknaahummaka Kami membinasakan mereka
  11. بِذُنُوبِهِمْbi-dzunuubihimkarena dosa-dosa mereka
  12. وَأَغْرَقْنَاwa-aghraqnaadan Kami menenggelamkan
  13. آلَaalakeluarga
  14. فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
  15. وَكُلٌّwa-kullundan masing-masing
  16. كَانُواkaanuumereka selalu
  17. ظَالِمِينَzhaalimiinaorang-orang yang zalim

Inti bacaan

Pengulangan pola yang sama (Fir'aun dan pendahulunya) menegaskan kembali bahwa mekanisme sebab-akibat penolakan-konsekuensi bukan kejadian tunggal, melainkan pola berulang yang konsisten lintas zaman. Konkretnya: pengulangan sebuah pola sejarah di berbagai konteks berbeda menguatkan validitasnya sebagai prinsip yang bisa dipercaya, bukan sekadar kebetulan satu kali, pola yang terverifikasi berulang layak dijadikan pedoman serius dalam menilai situasi serupa di masa kini.

Tafsiran

Penenggelaman pengikut Firaun disebutkan sebagai puncak dari pola yang sama: pendustaan terhadap tanda-tanda kebenaran berujung kebinasaan kolektif, tanpa pengecualian bagi siapa pun yang terlibat dalam kezaliman itu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyerupakan keadaan mereka dengan pengikut Firaun dan orang-orang sebelumnya. Sederet, bukan satu. Yang sedang berlangsung sudah pernah berlangsung dengan pemeran lain.
  • Allah menyebut pembinasaan itu disebabkan dosa-dosa mereka. Sebabnya pada perbuatan. Pola yang berulang bukan kutukan yang menimpa, melainkan akibat yang selalu menyusul sebab yang sama.
  • Penutupnya menyebut semuanya orang-orang yang zalim. Kedua kelompok sekaligus. Yang menyatukan mereka bukan zaman atau tempat, melainkan satu sebutan yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.