إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk melata di sisi Allah adalah orang-orang yang kufur, maka mereka tidak beriman.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَinna sharra d-dawaabbi inda llaahi lladziina kafaruu fa-hum laa yu'minuunasesungguhnya seburuk-buruk makhluk melata di sisi Allah adalah orang-orang yang kufur, maka mereka tidak beriman
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar sh-r-r, d-b-b, '-n-d, a-l-h, k-f-r, a-m-n): dawaabb diterjemahkan 'makhluk melata' (akar d-b-b); kafaruu diterjemahkan 'kufur'. Sepola 8:22. Selaras.

Aplikasi

Kriteria 'seburuk-buruk makhluk' di sini diarahkan pada penolakan aktif terhadap kebenaran ('kufur... tidak beriman'), kategori kegagalan yang berbeda dari 8:22 (tidak menggunakan akal) namun sama beratnya. Konkretnya: ada berbagai jalur berbeda menuju kegagalan mendasar yang sama seriusnya, baik lewat kemalasan berpikir (8:22) maupun penolakan aktif terhadap kebenaran yang sudah jelas, mengenali jalur mana yang lebih relevan bagi diri sendiri membantu introspeksi yang lebih tepat sasaran.