إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk melata di sisi Allah adalah orang-orang yang kufur, maka mereka tidak beriman.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَinna syarra d-dawaabbi 'inda llaahi lladziina kafaruu fa-hum laa yu'minuunasesungguhnya seburuk-buruk makhluk melata di sisi Allah adalah orang-orang yang kufur, maka mereka tidak beriman

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. شَرَّsyarraseburuk-buruk
  3. الدَّوَابِّd-dawaabbimakhluk melata
  4. عِنْدَ'indadi sisi
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  7. كَفَرُواkafaruukufur
  8. فَهُمْfa-hummaka mereka
  9. لَاlaatidak
  10. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman

Inti bacaan

Kriteria 'seburuk-buruk makhluk' di sini diarahkan pada penolakan aktif terhadap kebenaran ('kufur. tidak beriman'), kategori kegagalan yang berbeda dari 8:22 (tidak menggunakan akal) namun sama beratnya. Konkretnya: ada berbagai jalur berbeda menuju kegagalan mendasar yang sama seriusnya, baik lewat kemalasan berpikir (8:22) maupun penolakan aktif terhadap kebenaran yang sudah jelas, mengenali jalur mana yang lebih relevan bagi diri sendiri membantu introspeksi yang lebih tepat sasaran.

Tafsiran

Definisi 'seburuk-buruk makhluk' di sini secara eksplisit dikaitkan dengan penolakan untuk beriman, bukan atribut fisik atau sosial apa pun: sebuah kriteria yang murni berkaitan dengan sikap terhadap kebenaran.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut seburuk-buruk makhluk melata di sisi-Nya. Penilaiannya, bukan penilaian orang. Peringkat yang dipakai berasal dari tempat yang tak terlihat dari sini.
  • Kata yang Allah pakai makhluk melata, bukan manusia. Golongan yang lebih luas. Perbandingan itu memasukkan mereka ke dalam kelompok yang sama dengan seluruh yang bergerak di bumi.
  • Allah menutup dengan maka mereka tidak beriman. Sesudah menyebut mereka kufur. Yang diterangkan bukan sekadar keadaan, melainkan bahwa keadaan itu tidak berubah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar sh-r-r, d-b-b, '-n-d, a-l-h, k-f-r, a-m-n): dawaabb diterjemahkan 'makhluk melata' (akar d-b-b); kafaruu diterjemahkan 'kufur'. Sepola 8:22. Selaras.