الَّذِينَ عَاهَدْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنْقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لَا يَتَّقُونَ
Yaitu orang-orang yang engkau mengikat perjanjian dengan mereka, kemudian mereka melanggar perjanjian mereka setiap kali, sedang mereka tidak bertakwa.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- الَّذِينَ عَاهَدْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنْقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لَا يَتَّقُونَalladziina 'aahadta minhum tsumma yanqudhuuna 'ahdahum fii kulli marratin wa-hum laa yattaquunayaitu orang-orang yang engkau mengikat perjanjian dengan mereka, kemudian mereka melanggar perjanjian mereka setiap kali, sedang mereka tidak bertakwa
Terjemahan per kata (12 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- عَاهَدْتَ'aahadtaengkau berjanji
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- ثُمَّtsummakemudian
- يَنْقُضُونَyanqudhuunamenguraikan
- عَهْدَهُمْ'ahdahumjanji mereka
- فِيfiidi
- كُلِّkullisegala
- مَرَّةٍmarratinkali
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يَتَّقُونَyattaquunabertakwa
Inti bacaan
Pola yang dikritik bukan pelanggaran janji sesekali, melainkan pelanggaran yang berulang 'setiap kali', sebuah pola konsisten ketidakandalan, bukan kesalahan yang terisolasi. Konkretnya: ada perbedaan penting antara sesekali gagal memenuhi janji (bisa dimaafkan) dan pola konsisten selalu melanggar komitmen (menunjukkan karakter yang tidak bisa diandalkan), mengenali perbedaan pola berulang dari kesalahan terisolasi membantu menilai keandalan seseorang secara lebih akurat.
Penjelasan pilihan kata
'Yaitu' tanpa kurung: penanda penyambung, menyambung keterangan polos alladziina dari pokok ayat sebelumnya (8:55), konsisten dengan 7:51/7:157/8:3.
Tafsiran
Ayat ini menyempitkan fokus dari kelompok kufur secara umum (8:55) kepada subkelompok spesifik yang berulang kali melanggar perjanjian: pelanggaran berulang menjadi penanda ketiadaan takwa yang lebih tajam daripada satu pelanggaran tunggal.
Renungan dan Hikmah
- Kalimat ini menyebut mereka melanggar setiap kali, dan itu berarti perjanjiannya pun diikat berulang kali. Pihak yang satu terus membuka tangan meski sudah tahu. Yang direkam di sini bukan cuma pola pelanggaran, melainkan juga pola kesabaran yang menghadapinya.
- Allah meletakkan keterangan sebabnya di ujung: mereka tidak bertakwa. Bukan di awal sebagai tuduhan pembuka. Perbuatannya diceritakan lebih dahulu, dan sebabnya menyusul sebagai penjelasan, bukan sebagai label yang mendahului bukti.
- Yang disebut Allah bukan satu pelanggaran, melainkan pelanggaran setiap kali. Dua hal itu dibedakan dengan sengaja. Sekali gagal menepati bisa terjadi pada siapa saja; yang diceritakan di sini sesuatu yang sudah berhenti jadi kejadian dan menjadi tabiat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar '-h-d, n-q-d, k-l-l, m-r-r, w-q-y): aahadta diterjemahkan 'mengikat perjanjian' (akar '-h-d); yanquduuna ahdahum diterjemahkan 'melanggar perjanjian mereka' (akar n-q-d). gloss '(Yaitu,)' dibuang.