وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ
Dan jika engkau benar-benar khawatir pengkhianatan dari suatu kaum, kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara seimbang. Sesungguhnya Allah tidak mencintai para pengkhianat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍwa-immaa takhaafanna min qawmin khiyaanatan fa-nbidz ilayhim alaa sawaa'indan jika engkau benar-benar khawatir pengkhianatan dari suatu kaum, kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara seimbang
- إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَinna llaaha laa yuhibbu l-khaa'iniinasesungguhnya Allah tidak mencintai para pengkhianat
Catatan pilihan kata (ringkas)
Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji passthrough. Lih.. sebagian penerjemah: 'And if thou fear1 treachery from a people, then cast thou back to them likewise;2 God loves not the treacherous.' h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).
Aplikasi
Prinsip penting: menghadapi kekhawatiran pengkhianatan, responsnya bukan pengkhianatan balik secara diam-diam, melainkan 'kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara seimbang (adil dan jujur)', transparansi bahkan saat mencurigai bad faith pihak lain. Konkretnya: menghadapi kecurigaan bahwa pihak lain akan berkhianat, respons yang benar bukan diam-diam membalas dengan cara yang sama tidak jujurnya, melainkan menyatakan secara terbuka dan adil bahwa kesepakatan tidak lagi berlaku, tidak menjadi seperti yang dikhawatirkan (pengkhianat) adalah prinsip integritas yang dipertahankan bahkan dalam situasi konflik.